As-Salam- Taalu Hena

Photobucket

Wednesday, October 5, 2011

Wanita kita

Assalamualaikum..
Tetiba jumpa satu artikel yang best untuk dikongsi..Macam biasa..author blog x pandai nak karang ayat so just boleh copy and paste sahaja..btw, ilmu yg dapat still sama kan walaupun bukan dari penulisan sendidi..selamat membaca!!



"Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki"



Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ.

Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.
Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.

Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?
Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.

Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.
Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.
Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.
Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, yang
mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari redha Illahi.
Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.
Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.

Yang dicari walau bukan putera raja, biarlah putera Agama.
Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.
Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat rohani dan hati.
Yang diharap, bukan jihad pada semangat, asal perjuangannya ada matlamat.
Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana diri ini serikandi dengan silam yang kelam.
Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.
Dan yg akan terjadi, andai tak sama dgn kehendak hati, insyaAllah ku redha ketetapan Illahi..

Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga redha Allah akan sentiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini.

Menulis untuk dikongsi


Hidayah, ibarat cahaya; ia tak menyapa kamar yang tidak dibuka jendelanya.


Dengan nama Allah, aku bermula dan dengan nama-Nya, aku berakhir. Segala puji hanya buat-Nya, dan segala harap, ku pusatkan buat-Nya. Apa yang bakal kalian baca sebentar lagi mungkin akan membuatkan darah kalian menggelegak, mungkin juga membuatkan jantung kalian berkocak. Bisa saja, mata kalian bertukar merah dan urat merih kalian timbul menyirat.

Yalah. Kita ini manusia biasa. Kita pasti takkan senang hati jika ada orang bercakap tentang yang buruk-buruk tentang kita. Biarlah perbuatan kita itu, sudah ditukarkan nama sebagai kritikan membina, nasihat, atau teguran... berilah apa saja nama pun, hati kita tetap takkan mampu untuk positif secara keseluruhannya.

Kerana itulah sifat kita, sifat aku juga. Aku sendiri tidak meletakkan harapan yang mencecah awan. Aku juga tak menggambarkan apa yang aku tulis ini sebagai nasihat. Tetapi cukuplah untuk Allah tahu, aku mencuba belajar bersyukur atas suatu yang Allah beri kepadaku, yang mungkin belum Allah beri pada kalian. Dan sahabat, maaf... aku mungkin terlalu segan untuk berbicara tentang cinta dengan setiap daripada kalian, tapi tahulah... sungguh hatiku ikhlas mencintai kalian, kesemuanya! Cinta sesama lelaki, hakikatnya lebih jujur dan lebih berpetunjuk, asal saja Allah menjadi tempat di mana sauh kita dilepaskan.

Sahabatku semuanya.

Aku teringat, ada sebuah hadis yang diceritakan oleh Muawiyyah r.a sepertimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, tentang peristiwa yang pernah berlaku di masjid Nabawi, di Madinah. Suatu ketika, Rasulullah s.a.w masuk ke dalam masjid. Di sana, ada satu kelompok kecil para sahabat sedang duduk dalam satu bulatan, seakan berbincang. Lalu, Baginda mampir dan bertanya kepada mereka.

"Atas sebab apakah kalian berkumpul?"

Lalu jawab para sahabat Rasulullah yang berada di situ, "Tidak ada apa-apa, wahai Rasulullah. Kami cuma duduk mengingat-ingat akan masa silam kami... masa kami belum dapat hidayah dahulu"

Rasulullah kembali mengulang soalannya. "Bernarkah sebab itu sahaja?"

Jawab mereka lagi, "Benar ya Rasululullah. Kerana ini sahaja"

Lalu Baginda menyambung bicaranya, "Sungguh, aku tak meminta kalian untuk bersumpah dengan nama Allah, atas prasangkaku kepada kalian. Tetapi sebenarnya tadi, Jibril a.s telah datang kepadaku dan mengkhabarkan bahawa Allah sedang berbangga tentang kalian dihadapan para malaikatnya"

Kalian faham apa yang aku faham?

Aku faham, betapa nikmat hidayah itu besar nilainya... mahal juga harganya. Kita tak boleh rasuah Allah untuk mendapatkan hidayah, tetapi kita boleh melobi Allah untuk diberikan hidayah. Jangan berhenti membaca, nanti kalian akan salah faham pada penyataan aku tadi.

Begini...

Orang selalu kata, "Ah... belum sampai seru", atau "Nak buat macam mana... belum dapat hidayah lagi". Kalau dipandang pada layer yang pertama, "betul juga apa aku kata tadi", tapi kalau dilihat kepada layer yang berikutnya, pasti kalian akan menelan hadam kembali kefahaman dangkal kalian tadi. Maaf kerana menggunakan perkataan dangkal. Tapi hakikatnya, memang begitu pun.

Hidayah perlu dicari! Kita perlu faham, bahawa hidayah ini ialah karbohidrat bagi jiwa. Sebagaimana jasad kita perlukan tenaga untuk bergerak, jiwa kita dan iman kita juga perlu diberikan tenaga agar ia punya kekuatan untuk berperanan seperti yang sepatutnya.

Sebenarnya, apa peranan iman kepada kita?

Ramai yang tak tahu, apa peranan iman. Ramai juga belum tahu, apa pula peranan kita, manusia di muka bumi ini! Adakah kita, Allah ciptakan untuk score 4 flat? Adakah kita, Allah ciptakan untuk jadi engineer, kumpul duit dan aset bernilai satu semesta? Atau, adakah Allah ciptakan kita untuk menjadi ahli sukan yang terkenal, atau apakah Allah ciptakan kita untuk menjadi artis atau menjadi public figure?

Pasti jawapannya tidak. Fungsi ultimate kita ialah untuk menjadi hamba Allah- beribadah dan taat kepada segala perintah dan petunjuknya, juga menjadi pengaman, pentadbir, dan pemakmur alam buana ini.

Baiklah. Benda itu mungkin terlalu besar untuk kita.

Tapi, kita perlu tahu yang segala-galanya bermula dengan hidayah. Aku teringat kata-kata Ibn Athoillah dalam kitab al-Hikam, pada pesanan ketujuh.

"Apabila Allah telah membukakan salah satu jalan makrifat (mengenal Allah) bagimu, maka jangan hiraukan mengapa ia terjadi, walaupun amalmu saat itu masih sangat sedikit. Allah membukakan pintu itu bagimu hanyalah kerana Dia ingin memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkah engkau mengerti, bahawa makrifat itu merupakan anugerah-Nya kepadamu? Sedang engkau mempersembahkan amal-amalmu kepada-Nya? Maka, apalah ertinya apa-apa yang engkau persembahkan kepada-Nya itu, dengan apa apa yang dianugerahkan oleh Allah kepadamu"

Kata ulama tersohor, Ibn Athoillah... mengenal Allah ialah suatu keperluan asasi; seperti oksigen bagi manusia, seumpama air bagi ikan, dan seperti tanah bagi tumbuhan. Dan... peluang dan kekuatan untuk mengenali Allah (makrifat) itu pula ialah anugerah Allah yang paling agung!

Sebab itu, aku suka untuk mengajak kalian semua kenal Allah. Dan caranya, inilah yang mahu aku sebarkan. Harap kalian sudi sebarkan kepada yang selainmu. Ingat, tadi aku bercakap soal melobi Allah. Adakah wajar dan berupaya, untuk hamba hina umpama kita... melobi Allah?

Pasti jawapannya tidak. Allah Maha Suci daripada sifat-sifat makhluk yang punya kelemahan.

Sebenarnya, aku sedang bercakap tentang cara menarik hidayah dari tingkat langit, agar buah dari langit itu dapat kita tanam dan semai dalam dada hamba.

Sahabat, mari kita semak amal ibadah kita. Aku tak ajak kita untuk melihat pada amal sunat, kerana gagal ialah suatu yang berkemungkinan besar menanti kita sebagai jawapannya. Tetapi, lihatlah bersama akan solat kita. Bagaimana solat kita?

Berjemaah, atau sendirian? Kita bersolat dengan ilmu, atau sekadar ikut-ikutan?

Kita tak sedar... betapa kita perlu ada ilmu dalam setiap amal dan perbuatan kita. Ilmu ialah fondusi. Ilmu ialah nyawa dan roh kepada amal kita. Kalau kita beramal tanpa ilmu, kita cuma membuat kerangka tanpa isi.

Tapi masalahnya, kita tak suka menuntut ilmu! Masalah kita, tunjangnya ada di sana. Kita sendiri ialah masalah kepada masyarakat, dan pasti... kita sendiri ialah petualang keatas kegoblokan diri kita sendiri. Kita malas, kita berasa serba cukup, dan entah apa-apa lagi sebabnya.

Sahabatku...

Aku tak tahu dengan ayat apa lagi aku perlu bercakap, dengan struktur bahasa yang bagaimana lagi, jariku boleh menaip tetapi cukuplah kalau selepas artikel yang panjang (sebenarnya ialah luahan rasa) ini, kalian dapat menangkap satu atau dua point utama, yang cuba aku sampaikan- iaitu hidayah perlu dicari.

Untuk kehidupan dunia, kita cari makanan... kita cari wang... kita cari, segala macam perkara. Tetapi untuk kehidupan akhirat, kita tak berkeinginankah untuk mencari redha Allah?

Keinginan itu takkan terbit, tanpa ada hidayah yang menyentuh ulu hati kita. Sungguh!

Dan hidayah itu takkan membijik tumbuh, tanpa kita sendiri yang berusaha untuk mendapatkannya.

Dekatilah masjid surau. Bila orang azan, itu tandanya Allah sedang mengajak kita kepada hidayah, maghfirah, makrifat, dan hikmat. Penuhilah ajakan solat berjemaah. Dan bila diumumkan ada majlis agama, ambillah masa dan duduklah sebentar. Siapa tahu, dalam sela masa yang kalian habiskan dengan online, tengok movie, dan segala macam perkara itu... Allah tarik nyawa ibu bapa kalian?

Kita susah untuk membayangkan kita mati. Rasional- kita muda. Walaupun muda pun boleh mati, tapi kesan pada hati remaja pasti tak sama. Maka, mari kita ingat bersama tentang ayah dan ibu kita.

Tidakkah ibu bapa kita mahu kita jadi manusia yang berguna? Ingatlah itu. Ibu bapa kita akan bangga jika anaknya mahukan agama, sebab agama sudah menjadi suatu yang jarang diluahkan pada mulut mereka... tapi hati mereka takkan boleh berhenti berbicara rasa tentang kita.

Aku, kalau terasa sisi gelap aku memanggil-manggil, aku akan ingat balik kepada mak dan ayah aku. Tidakkah aku perlu jadi orang baik?

Dan kalian...
Maaf kiranya apa yang aku tulis ini mengganggu. Layanlah aku seperti biasa, kerana aku akan layan kalian seperti aku tidak ada menulis apa-apa pasal ini. Aku senyum, dan aku harap kalian sudi membalas senyuman aku itu.

Maaflah kerana bukan semua benda aku boleh sampaikan dengan bahasa mulut. Aku tak kuat. Aku bacul, penakut dan pengecut. Sebab itu, aku berharap kau semua boleh mendengar bahasa tulisan, sebab ini ialah suara aku!

Bukan hasil penulisan sendiri..mencari,copy and paste..sekadar perkongsian dalam pencarian..
cukuplah sekadar aku mencintai dalam diam~


Don’t worry if you’re single.
God’s looking at you right now, saying,
“I’m saving this girl for someone special"

Catatan dan penulisan ini bukan kerana nama,
Nama tidak menjamin Redha Rabbuna.
Penulisan ini bukan kerana harta,
Lagilah harta tidak menjamin ke syurga.
Bukan juga kerana terpaksa,
Memaksa itu bukan sifatnya Habibullah.
Ini bukan kerana sesiapa,
Kerana sesiapa bukan ghoyah utama.
Penulisan ini hanyalah kerana Allah,
Kerana RedhaNya adalah kunci kejayaan dunia,
Gerbang menuju Jannah ..


Kalau kita sukakan seseorang,
jangan beritahu si dia.
Nanti Allah kurangkan rasa cinta padanya
Tapi luahkan pada Allah,
beritahulah Allah.
Allah Maha mengetahui siapa jodoh kita ..
Cintai Dia Dalam Diam,
Dari Kejauhan Dengan Kesederhanaan & Keikhlasan

Jika benar cinta itu kerana ALLAH maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH kerana hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran ALLAH."
(Adz Dzariyat : 49)

Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah, berdoalah & berpuasalah
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji.
Dan suatu jalan yang buruk."
(Al Israa' : 32 )



Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang,
Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya & Dia telah menciptakan sseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.
Ketika kau merasa bahawa kau mencintai seseorang,
namun kau tahu cintamu tak terbalas
Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu & Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu

Cukup cintai dalam diam
bukan kerana membenci hadirnya
tetapi menjaga kesuciannya
bukan kerana menghindari dunia
tetapi meraih syurga-NYA
bukan kerana lemah untuk menghadapinya
tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus & menyelusup

Cukup cintai dari kejauhan
kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkan dari ujian
kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan
kerana mungkin membawa kelalaian hati-hati yang terjaga

Cukup cintai dengan kesederhanaan
Memupuknya hanya akan menambah penderitaan
menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan

Cintailah dengan keikhlasan
Kerana tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib diingini oleh hati
tetapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi..??
".. boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(Al Baqarah : 216 )

Jangan memberi harapan pada yang belum pasti,
kelak ada insan yang bakal dilukai,
Jangan menaruh harapan pada yang belum tentu dimiliki,
nanti hati yang kecewa sendiri.
Sebaliknya,
gantunglah segenap pengharapanmu kepada Yang Maha Memberi,
nescaya dirimu tak sesekali dizalimi,
kerana Dia mendengar pengharapanmu setiap kali & Dia menunaikannya dgn cara-Nya yang tersendiri

Cukup cintai dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan & keikhlasan
Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan
mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan

Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan
serahkan rasa itu pada Yang Memberi dan Memilikinya
biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya
"Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga."
(Umar Bin Khattab ra)


If you really love her, you won’t touch her.
Not even the slightest bit.
You’ll protect her dignity and sacredness as a muslimah.
Just hold her in your heart for a few more years ..
then you can do it the halal way


“Sesiapa sahaja yang memberi kerana Allah, menolak kerana Allah, mencintai kerana Allah,membenci kerana Allah & menikah kerana Allah, maka bererti ia telah sempurna imannya.”
(HR. Al-Hakim)

~Allah seeker~


Sekadar sharing ilmu yg sedikit
Bukan hasil penulisan sendiri tetapi sekadar perkongsian dan ingatan buat sahabat-sahabat yg mungkin sudah sampai seru atau yg sedang asyik melayan cinta dunia..berhati-hatilah..capailah redha dan cinta Allah terlebih dahulu..kerana itu pasti yang kekal abadi buat selama-lamanya..sekadar perkongsian..=))

Ambil yang jernih, perbaiki yang keruh..

Wednesday, September 21, 2011

Alhamdulillah



Assalamualaikum w.b.t

Alhamdulillah syukur..itu sahaja yg mampu terluah dengan kata- kata..Alhammdulillah terima kasih Ya Allah .Terima kasih untuk segala- galanya.Terima kasih kerana masih memberi secebis nyawa untuk mengenal erti kehidupan..Terima kasih Ya Allah kerana mengurniakan aku nikmat iman dan masa lapang yang tak mungkin dapat dibayar dengan wang ringgit mahupun emas berlian..Alhamdulillah..syukur..itu yang mampu hambaMu yang hina ini boleh ucapkan..

Alhamdulillah..hampir dua bulan Allah meminjamkan hayat ini untuk menikmati waktu senang di tanah air sendiri..Begitu besar keagunganNYa..cukup beasr..SUBHANALLAH..hanya hambanya yang tahu bersyukur mampu mengucapkan kalimat azimat itu..SubHANALLAH sangat beasr kuasa Allah itu..Alhamdulillah Ya Allah engkau telah memberi aku peluang untuk aku lebih hargai Ramadan tahun ini..Walaupun aku tahu amalku tidak banyak menggunung seperti amalan - amalan solifulsolih, walaupun aku tahu imanku tidak sekuat hamba- hambaMu yang selalu mendekatkan diri kpdMU..Walaupun aku tahu ,aku banyak dosa dan keaiban yang telah aku lakukan hampir 20 tahun usia hidupku.

Alhamdulillah engkau masih menyayangi hambaMu ini.Dengan ujian yang telah engkau timpakan kepadaku..Alhamdulillah sedikit sebanyak membuka ruang pintu hatiku untuk lebih mengabdikan diri hanya kepadaMU..Terima kasih Ya Allah kerana masih lagi mahu menyayangi aku..

Ya Allah..hanya satu aku pohon tolong pegang hatiku Ya Allah..istiqamahkan aku dalam perubahan, dalam mengenal diriMu Ya Allah..Ya Allah yang membolak- balikkan hati hamba- hambanya..Yakinkan aku dengan rahmatMu..kuatkan aku untuk kembali berjuang menuntut kembali kegagalanku selama nin..Kuatkan aku Ya Allah..teguhkan imanku Ya Allah..aku mahu berubah..jangan engkau pesongkan aku lagi Ya Allah..jangan engkau laghorakn hatiku lagi dengan cinta duniawi..Janjikan aku syurga yang abadi kerana itu yang ku dambakan..Janjikan ketenangan dalam jiwaku..Ya Allah permudahkan jalanku untuk menyintaiMu sepenuhnya..permudahkan Ya Allah..tolong Ya Allah..






Tersadar aku dari hirauku
Bersujud memohon ampunan
Atas segala dosa-dosaku
Yang telah lelahkan hatiku

Kebesaranmu Ya Allah
Kasih sayang dan rahmat-Mu
Dalam sadar ku terlupa mengucap syukur

Dalam sujud ku berdoa
Dalam tangis ku menyesal
Astaghfirullah bukalah pintu taubat-Mu

Entah kapan ajal menjemputku
Mungkin esok hanya Kau yang tahu
Mungkin usiaku tak cukup lagi
Untuk hapuskan segala dosaku

Kebesaranmu ya Allah
Kasih sayang dan rahmat-Mu
Dalam sadar ku terlupa mengucap syukur

Dalam sujud ku berdoa
Dalam tangis ku menyesal
Astaghfirullah bukalah pintu taubat-Mu

Aku hina dan tak pantas memohon ampunan
Tapi hanya Engkau tempatku untuk meminta

Kebesaranmu ya Allah
Kasih sayang dan rahmat-Mu
Dalam sadar ku terlupa mengucap syukur

Dalam sujud ku berdoa
Dalam tangis ku menyesal
Astaghfirullah bukalah pintu taubat-Mu

Dalam sujud ku berdoa
Dalam tangis ku menyesal
Astaghfirullah ampunkan semua dosaku
-Zivilia ~pintu taubat~





Alhamdulillah syukur..Allah sangat maha berkuasa atas setiap sesuatu..Allah sangat maha pengasih kerana masih mengurniakan rakan- rakan yang sentiasa mendorongku mendapatkan cinta illahi..Terima kasih buat sahabat -sahabat semua..lebat dan makin lebat malam ni dihujani dengan seribu dan sejuta nasihat yang cukup- cukup membuatkan aku membuka luas mataku dan pintu hati yang dah lama berkarat dengan dosa silam ..Mungkin inilah masanya untuk aku betul- betul berubah demi masa hadapan.360 darjah..insyallah semoga Allah permudahkan urusanku serta rakan- rakan yang dibukakan hati mereka untuk merasa erti dan kedamaian dalam mencari redha Allah..insyallah


Jadilah hawa yang TINGGI dengan DIDIKAN AGAMA, merendah diri dengan AKHLAK TERPUJI dan BAIK HATI..
Jadilah hawa yang MENJAGA AURAT dan MARUAH DIRI dari sewenang-wenangnya dilihat AJNABI..



Jadilah hawa yang sentiasa HAUS akan ILMU NASIHAT dan TEGURAN sebagai persiapan menjadi HAWA YANG SOLEHAH untuk seseorang yang SAH bergelar SUAMI..
Jadilah juga seorang hawa yang mampu menjadi ANAK, IBU DAN ISTERI yang SOLEHAH serta HAMBA ALLAH yang BERIMAN dan BERTAQWA seperti yang diidamkan oleh ADAM (:
InsyaALLAH
-insyallah ..terima kasih atas nasihat yg cukup bermakna..Seindah hiasan adalah wanita solehah..Insyallah..



.semoga selamat perjalanan awak..pasang niat betol2..belajar kerana Allah supaya masa depan lebih cerah..jgn niat belajar untuk hidup senang nanti..biarlah Allah yang tentukan..saya akan sentiasa doakan kejayaan awak..dan kesejahteraan hidup awak...belajar rajin2 ya..dont be sad..

Allah da tentukan yang terbaik buat awak
pergilah awak berjuang untuk masa depan awak
Allah da tetapkan untuk awak
macam mana untuk awak berjaya
tinggal jer Malaysia ni buat seketika
nanti awak akan pulang dengan hati yang senang
ingt ya
Allah sentiasa bersama kita
tak kira di mana kita berada
mungkin sedikit perkongsian
berbanggalah dengan Islam kerana jika kita berbangga dengan benda lain
Allah akan hina kita
insyaAllah
jika kita bangga sebagai seorang Islam
Allah akan memberi kita keberkatan hidup.dan Allah akan sentiasa bantu kita.jgn sedih2.la tahzan
-terima kasih kerana sering membantuku..Insyallah untuk dapatkan yang terbaik haruslah menjadi yang terbaik..terima kasih

Ezdiar Tcer Ez
‎Hanif Hanifa...post mortem ur weakness and mends everything needed for each paper..redo any previous paper... :) all the best dear...
Thanks tecer..thanks for your support..insyallah i'll try to stand up again to fight for another day..insyallah..wish me luck..insyallah..

Terima kasih buat semua yang telah banyak membantu..Terima kasih buat semua yang telah banyak memberi dorongan dan kata semangat yang tak putus- putus..Nikmat masa lapang cukup bermakna buatku..cukup berharga..dalam sedar Allah memberi aku kegagalan untuk aku bangkit kembali menebus kejayaan itu..Doakan yang terbaik buat diri yang masih lemah ini..Alhamdulillah..terima kasih Ya Rabb...Allah tidak pernah mungkir pada janjiNYa..perpeganglah pada taliNya insyallah kamu akan merasa ketenangan itu..Biiznillah..

Salam ababah
Selamat tinggal Malaysia..

-A man who want to change on 12th hour dies on 11th hour-

Tuesday, September 6, 2011

Check List

Assalamualaikum w.b.t




Yeah nmpaknye ter'update' jugek blog ini buat sekalian kalinya..huhu..ni pun sebab ada permintaan suruh update kalau tak,huh malas jugak aku nak mengarang meleih- lebih..Okay, first of all, mabruk alaikum kepada bakal junior- juniorku yg tak lama lagi akan menjejakkan kaki anda semua ke bumi yang penuh barakah ini..Semoga Allah mempermudahkan urusan kalian semua..

Ni ada sedikit la maklumat yg ble dikongsi bersama takde la banyak sangat tapi boleh la sedikit sebanyak menbantu junior- juniorku yg akan terbang jauh memulakan sesi hidup di bumi asing kelak..Okeh, tak nak cakap panjang - panjang, dan tak nak jugak membebel berkajang - kajang , lebih baik straight to the point..

Untuk adik- adikku yang disayangi, kat sini akhak senior ade sedikit nak share barang- barang yang patut adik -adik semua perlu bawa..dan nak bawak la..barang yang mungkin sukar untuk didapati di egypt terutamanya..

Food corner:



~Rempah ratus --



• Kulit kayu manis
• Bunga lawang
• Buah pelage
• Jintan mnis n jintan putih
• Lada hitam


(ni wajib la korang bawak..especially bg adik- adik yg suka sangat main masak-masak ni..kat sna ade je benda- benda mcm ni..tp agak sukar dicari dan mahal la jugak..so klu nak jimat duit baik beli siap- siap dari Malaysia)

~Bihun-

-kepada penggemar bihun goreng mahupun sewaktu dengannya, korang mmg patut kne beli sebabnya kat sana sangatlah bernasib baik klu korang ble jumpa bihun ni kat kedai pak arab, for your infromation, kat egypt kebiasaannya akak-akak senior akan masak mee gne spagetti shje..itu je yg ade tuk gantikn mee goreng..so klu adik- adik seorng yg sgt2 x ley nak berpisah ngan bihun goreng, bawak bihun yg dah dipack tu yek

~SoS cili , sos tiram dan kicap




- yang ni sangat wajib korang beli tapi klu nak bwk pastikan beli yg botol plastik yek,,nanti takut pecah x smpt smpai sana..Utk pengetahuan adik- adik, kat mesir boleh dikatakan takde sos cili yang best, klu ade pn mmg langsung x sedap,,mostly sos tomato senang je nk dpt tp sos cili mmg agak ssh..so beli bnyk2 yek

~ikan bilis dan udang kering serta sewaktu dengannya

-adik- adik sila bawak ikan bilis ye..kat sana mmg xde ikan bilis, ikan bilis tak sampai nak berenang ke egypt sebab tu la memang xde langsung makanan jenis nih..bawak dan mesti kena bawak sbb nanti kalau korng nak masak nasi lemak kuah ikan bilis senang..ikan kat sana tak sedap..huhu..tak mcm ikan kat malaysia..hihihi(pengakuan ikhlas)

~Santan segera...
ni sangat penting..tapi kat sana ade jew santannye akan tetapi akak memahami sangat student life mcm mne especaillay bg adik - adik yg amek course medic ni, havoc busy memanjnag so mmg xde msenye nak perah santan tuh, nak- nak santan kat mesir x sama mcm santan kat malaysia so solutionnye bawaklah santan segera, cepat lagi ringkas

Nak diringkaskan lagi, ble la check out list kat bwh nih

• nasi kampit segera

• cili serbuk


• serbuk kunyit(kat sana takde kunyit..harap maklum)

• budu (hahaha..bwk2..ble share ngan akak sekali..huhu)






~Perencah masakan
• perncah tom yam (yang ni wajib bwak..tp kalau dah pandai buat tomyam tnpa perencah tak bwk pun tkpe je..tp better bwk la..sng nak msk)

• rempah rendang(nanti hari raya haji nak masak rendang so bwk lah)

• perncah gulai adabi

. perencah nasi goreng(tp xpyh beli pun tkpe je..nasi grng senang je kan nk buat..tk perlu ade perncah, lgi sedap)

• milo (kat sne produk milo xsmpai lgi,yg ade coco la..)

• perencah mee bndng

Barang basah



• halia

• lengkuas

• kunyit

serai

asam keping

daun limau purut

cili padi(kat sana just ade cili besar shje..bg yg suka mkn pedas better bwk la)

kat sana takde benda2 mcm ni..segan nak tumbuh kot..ermm halia mgkin ade tp mahal lah kot..klu nak bwk, adik- adik boleh keringkan atau nak bwk yg fresh pun boleh tp make sure wrap elok2..

Yang tu bahagian makanan..ermm klu bab lain contohnye pakaian, untuk pengetahuan adik- adik kat sana nanti time adik- adik sampai kemungkin mesir dah nak tukar msuk musim winter..yehahha..winter..mmg siyes sejuk walaupun salji tak turun- turun..ermm ini terpulang kpd adik sama ada nak beli siap-siap winter coat kat sni or just nak beli kat sana..but, in my opinion baik adik- adik beli kat sana, murah dan cantik- cantik la..kalau beli kat malaysia mungkin agak mahal so dah dapat jimat space kat situ..

Mengenai buku- buku pelajaran , mengikut pengalaman akak senior ini, kebiasaannya kitaorng menggunakan buku department ala- ala buku text sekolah la ataupun buku yg dikarang oleh lecture, so seandainya adik- adik berminat utk membawa buku rujukan contohnya atlas of anatomy dari Malaysia iut lebih baik dan terpulang la..tp andai kata luggage sudah melebihi limit berat, sila kuarkan buku- buku atau pepeje yg rasa tak penting.

Alat tulis di sana boleh je didpti di kedai2 kat tepi jln..tetapi kualitinya mungkin kurang elok..biasalah Mesir kn..so klu adik- adik beli siap-siap lgi better(ohh jgn lupa bwk pencil colour ye sbb nanti kita main kaler- kaler time belajar subjek histology)..

Passport>>>>


tersgt penting sbb tu la nyawa korang semasa duduk di negara orang nih..dinasihatkan tak payah bawak ic sebab ic mmg langsung tak akan digunakan bila dah kat sana..sama jugak la dengan lesen memandu atau yang sewaktu dengannya

Oklah itu sahaja kot yang dapat akak senior ni boleh kongsikan..ilmu sikit je ni..harap dapat dimanfaatkan untuk kesenangan bersama..Allah yusahhil-semoga Allah mempermudahkan segala urusan adik - adik dan ahlan ila ardur khinanah...Taqabbalallahi minna waminkum taqabbal ya kareem..Gud Luck to all of you!!

p/s:klu ade sebarang persoalan boleh post kat wall facebook akak.Insyallah akak akan cuba membantu setakat yg boleh..klu ade sebarang komen atau pertanyaan boleh komen di bawah..Selamat berpacking!!

https://www.facebook.com/profile.php?id=100000588200426

Wednesday, August 3, 2011

8,20 atau 36??

Assalamualaikum wtb..


سلامت ميامبوت رمضان ال مبارك..سمو ك سنتياس ددالم رحمة الله..ا





Terlebih dahulu rasanya belum terlambat lagi untuk mengucapkan Salam Ramadhan buat semua sahabat ikhwah dan akhwat Gen X..Semoga Ramadhan ini bukanlah Ramadhan terakhir buat kita semua dan semoga ianya juga menjadi sebuah Ramadhan yang terbaik untuk kita semua..Insyallah.


Terlebih dahulu, ampun dan maaf seandainya entri saya pada kali ini tidaklah segempak entri Zainol Izzudin,mahupun sehebat post Khair Ali ataupun seasyik post Insyirah Johari.Entri kali ini sekadar cebisan untuk mengisi kekosongan blog Gen X. Hanya ini sahaja yang mampu saya coretkan untuk perkongsian bersama.

8 atau 20 ke 36 ??..

Apa sebenarnya yang dimaksudkan 8 atau 20..barangkali mungkin ada sahabat kita di sini sudah dapat mengagak isu yang saya akan kongsikan kali ini. Apabila masuk bulan Ramadhan, kita takkan pernah lari dari angka 8 dan 20. Lebih - lebih lagi, bagi sesiapa yang membiasakan diri mereka bersolat tarawih. Solat tarawih..satu- satunya solat sunat yang takkan dapat dijumpai di bulan lain melainkan pada bulan yang penuh berkat ini..betul tak?

Dan semestinya sahabat tertanya- tanya mengapakan isu berkaitan Solat Tarawih menjadi pilihan hati untuk mengisi slot post Ramadhan kali ini.Hah ini kerana, tiba - tiba saya teringat kisah bersolat tarawih di sebuah surau yang berdekatan dengan kawasan tempat tinggal saya.








Untuk pengetahuan sahabat semua,surau tempat saya menunaikan solat tarawih ini, kebiasaannya melaksanakan solat ini sebanyak 8 rakaat sahaja pada setiap tahun. Alhamdulillah selama 5 tahun tinggal di kawasan ini, belum pernah lagi 'miss' solat tarawih di surau ini. Bukan kerana imam dan makmumnya melaksanakan solat tarawih hanya 8 rakaat ,saya tidak berganjak untuk pergi mencari masjid- masjid yang lain yang melaksanakan solat tarawih sebanyak 20 rakaat, tetapi mungkin dari kecil sudah diajar bersolat di surau ini. Mungkin sudah sebati.

Alhamdulillah pada tahun ini, saya masih berpeluang untuk menunaikan solat tarawih di surau ini lagi.Akan tetapi, kelainannya solat tarawih pada tahun ini berbanding tahun- tahun sebelumnya, tahun ini AJK surau bersepakat untuk melaksanakan solat tarawih sebanyak 20 rakaat termasuk 3 rakaat solat sunat witir. Alhamdulillah saya sangat bersyukur kerana mungkin ini peluangnya untuk saya dan jemaah lain mengutip pahala lebih.. Agaknya mungkin ada yang berkobar- kobar tak nak tinggalkan solat tarawih pada tahun ini.

Akan tetapi saya sangka hujan sampai ke petang, rupa - rupanya tengah hari hujan dah pun berhenti. Sangkaan saya jemaah di sini akan menyambut baik perubahan baru yang cuba dilakukan oleh AJK surau, tetapi agak sedih kerana yang bersungguh- sungguh untuk meneruskan solat tarawih 20 rakaat ini hanya boleh dibilang dengan jari sahaja. Pada awal rakaat penuh satu surau sampai banjir ke luar, tetapi apabila sampai sahaja rakaat ke-8, setelah selesai imam mengaminkan doa, berduyun - duyun pecut pulang ke rumah. Macam - macam alasan yang diberikan, ada yang nak sambung solat witir kat rumah, ada yang nak pulang cepat kerana pinggan dalam singki tak habis basuh lagi, ada yang dah berusia tak sanggup nak teruskan sampai 20 rakaat sebabnya sakit lutut,tak larat dan macam - macam lagi.




Hah jangan terkejut, dek kerana sikap jemaah- jemaah yang agak tidak menyambut baik untuk terus melaksanakan 20 rakaat ini, malam semalam, usai solat Isya' berjemaah, AJK surau membuat pengumumnan bahawa mulai esok hari, jemaah surau tak perlu lagi bimbang untuk pulang lewat kerana melaksanakan solat melebihi 8 rakaat kerana AJK surau telah bersepakat untuk kembali melaksanakan solat sunat Tarawih hanya 8 rakaat seperti sedia kala..Huhu..agak geli hati apabila teringat kembali kisah ini.Apapun alasan mereka terpulanglah.Iyalah bukannya berdosa kalau tak sempat nak habiskan 20 rakaat kerana solat Tarawih ini pun solat sunat sahaja.

Itu baru kisah di surau yang saya kunjungi belum lagi di masjid- masjid di tempat lain.Hah ada yang saya sempat baca mengenai satu entry tentang solat tarawih. Begini bunyinya.

Dijelaskan bahawa arahan jabatan agama (ini maklumat tahun lepas.. tahun ni punya tak sempat nak semak.. rasanya sama je) kepada semua masjid di Wilayah Persekutuan termasuk Putrajaya dan Labuan adalah solat tarawih sebanyak 20 rakaat.

Perbahasan berkenaan solat tarawih ini sangat mendalam.. masing- masing sedaya upaya mempertahankan bilangan rakaat yg mana lebih sunnah..macam kisah saya. AJK surau mempertahankan untuk melaksanakan 20 rakaat, sedangkan jemaah lain tak larat nak buat banyak- banyak kerana kebanyakkan jemaah di surau itu sudah pun berusia.

Bagi yg beramal dengan 8 rakaat, akan menggunakan hadis Nabi s.a.w. solat tarawih sebanyak 8 rakaat 3 hari berturut2.. lepas tu, Nabi solat di rumah sebab sahabat- sahabat dah ramai yg ikut di belakang Nabi.. Nabi s.a.w. khuatir ianya diwajibkan ke atas umat Baginda..
Dipangkah pula oleh golongan yg mempertahankan bilangan 20 rakaat.. dengan mengatakan bahawa yg buat 8 rakaat tu sebenarnya sunnah orang malas..




Lalu didatangkan dalil kisah Saidina Umar r.anhu mengumpulkan para sahabat solat tarawih sebanyak 20 rakaat.. dan tiada seorang sahabat pun yg membantah (di sini telah berlaku ijmak di kalangan sahabat).. malah 4 mazhab yg utama juga menyatakan bahawa 20 rakaat itu adalah sunnah.. walaupun Nabi s.a.w. tidak kelihatan melakukan sebanyak itu, namun bila dilakukan oleh Khulafa’ ar-Rasyidin (khalifah yg 4), maka ianya juga sunnah (berdasarkan hadis suruhan berpegang kepada sunnah Nabi s.a.w. dan sunnah (jalan / cara) Khulafa’ ar-Rasyidin al-Mahdiyyin)..

Maka bertengkar la kumpulan 8 dan kumpulan 20 ni.. sehingga mengakibatkan perpecahan sampaikan ada jemaah yg memulaukan masjid yg melakukan solat tarawih 20 rakaat.. masing- masing berkeras dengan pendapat mereka..


Sebenarnya, kalau kita kembali kepada asal.. solat tarawih itu hukumnya sunat.. sedangkan perpecahan, pertengkaran dan permusuhan itu hukumnya haram.. adakah layak bertanding di antara kedua hukum itu? kalau solat tarawih tu hukumnya wajib, maka berbaloi-baloi la kalau nak berbahas dan berhujah sedalamnya..





Sedangkan, tiada siapa pulak yang nak up kan satu lagi sunnah iaitu tarawih 36 rakaat (spt yg dilakukan oleh penduduk Madinah di zaman para sahabat).. Agaknya sebab terlalu banyak kot? Baik geng 20, mahupun geng 8 tiada pulak nak sangkal apa-apa pasal tarawih 36 rakaat tu.. Kalau geng 20 kata mereka buat 20 rakaat sebab rajin, dan merendahkan golongan yg buat 8 rakaat sebagai pemalas, kenapa tak tambah lagi rajin sampai ke tahap 36 rakaat?
Sebab itu la, dalam hal ibadah ini tambahan ibadah sunat, kita kena paksa dan berkeras dengan diri kita sendiri.. tetapi kita bertolak ansur dan memberikan keluasan kepada orang lain.. Nak buat 20, buat la.. itu pun sunnah.. nak buat 8 pun sunnah juga.. nak buat 36 pun sunnah juga..

Semuanya bergantung kepada niat dan usaha masing - masing. Mungkin yang berpendapat buat 20 rakaat, pahalanya lebih. Mungkin yang melaksanakan 8 rakaat sahaja pahalanya ciput cukup- cukup makan sahaja. Terpulanglah kepada diri masing - masing bagaimana nak menilai. Yang penting niat kita ikhlas melakukan ibadah ini hanya untuk mencapai keredhaan Allah. Apa salahnya melakukan yang lebih mungkin belum tentu yang sedikit itu cukup sempurna semuanya dan diterima Allah kan?

Wahhuaalam

Sunday, July 24, 2011

Jihad Cinta Damia

“Apa salah Mia, mama? Mia tutup aurat, Mia solat..tiap-tiap hari Mia doakan kesejahteraan keluarga kita ma, tapi kenapa Tuhan balas Mia begini??!” Damia berada erat dalam dakapan ibunya, Faridah.

Sejak anaknya menjadi mangsa kerakusan lelaki tidak berhati perut, sejak itulah hidup anaknya seakan gelap. Tiada lagi senyum dan tawa yang menghiasi satu-satunya anak perempuan kesayangannya. Tercabar jua naluri keibuannya. Entah apa lagi yang harus dilakukan untuk mengembalikan semangat puteri kesayangannya. Pujukan dengan kata-kata seakan lemah buat Damia. Hanya doa yang mampu Faridah titipkan agar Damia kembali positif dalam hidupnya.

’Andai ibu diberi pilihan, biarlah ibu yang menanggung deritamu, Mia,’ bisik hati kecilnya.

Damia bukan lagi seperti dulu. Perwatakannya jauh berbeza dari sebelumnya. Kalau dulu pada awal subuh dan selepas maghrib akan terdengar alunan bacaan Al-Quran yang merdu menghiasi kamarnya. Namun kali ini cuma esakan yang menjadi ganti suasana itu. Ah,rindunya pada Damia yang dulu! Terkadang hampir sahaja keluar sumpah serana dari bibirnya untuk lelaki tak bertamadun itu. Kalau ikutkan hati, biarlah lelaki itu mati ditangannya!

“Mama tak tahu lagi nak buat apa..mak tak sanggup tengok adik kamu terus menangis macam ni. Sekarang dah hampir tiga bulan Johan. Tiga bulan! Tengoklah apa lelaki keparat tu dah buat dengan adik kamu! Makan pun payah, solat pun dia dah abaikan, asyik menangis..menangis…menangis. Jumpa doktor psikologi pun tak ada sembuhnya!” perasaannya berbaur marah dan kecewa.

Ujian apakah yang menimpa keluarganya? Cukuplah dia melalui zaman perit bersama bekas suaminya dulu, cukuplah hanya dia yang menanggung derita dan kecewanya terhadap seorang lelaki. Kenapa ‘lelaki’ juga yang memusnahkan hidup anaknya, Damia?!

“Ma, Jo tahu apa yang menimpa Damia memang teruk dan tak pernah terfikir pun ia akan berlaku. Tapi Jo yakin setiap kejadian ada hikmahnya, ma. Mama pernah ajar Jo kan, kita tak boleh putus asa dalam hidup ni sedangkan Allah masih tidak pernah putus menghulurkan pemberian-Nya. Allah masih memberi kita waktu untuk bernafas di udara-Nya, memberi waktu untuk mengingati-Nya, memohon pada-Nya. Mama juga pernah kata,tiap perbuatan ada balasannya. Selagi kita berhambakan Allah untuk hidup, dan bukan berhambakan hidup untuk Allah, kita pasti akan menemui kebahagiaan. Entah dunia atau akhirat…” Matang bicara Johan.

Jatuh jua air mata Faridah, bersyukur memiliki anak seperti Johan. Saat dia hampir rebah, dia punya anak yang memapah. Wajarkah dia berputus asa pada rahmat-Nya?

“Alhamdulillah…terima kasih sedarkan mama, Jo. Kita sama-sama berdoa, semoga adik kamu tabah dan mendapat hidayah-Nya.” Johan tersenyum sambil memegang erat tangan ibunya.

Jam hampir menunjukkan jam 8.20 malam. Bising. Satu-persatu buku dari rak yang tersusun kemas dibiarkan berselerak diatas lantai. Apa sahaja objek dihadapan mata Mia seakan tidak kena pada tempatnya. Pasu bunga yang dibiarkan jatuh dan pecah dihadapannya seakan menghiburkan hati. Lantas jari-jemarinya bermain dengan serpihan kaca yang berterabur di sekitar permukaan lantai. Tiada perkataan ‘luka’ yang wujud pada deria rasa saat Mia menyentuh serpihan-serpihan kaca oleh jemarinya. Baginya tidak ada gunanya lagi dia menghargai jasad yang sudah menjadi mangsa nafsu hamba dunia. Kotor! Jijik!

“Astaghfirullah..Mia!” Faridah berlari mendapatkan Mia. Johan pantas menarik tangan adiknya yang sudah dibasahi darah kerana luka dari serpihan kaca yang disentuhnya.

“Mia! Kau sedar tak apa yang kau buat ni?!!”

“Johan, janganlah marah adik kamu..dia masih tak stabil,” ujar Faridah sambil berusaha menghentikan pendarahan dari kedua tapak tangan anaknya.

“Mia dah melampau ma! Kita berusaha untuk kembalikan semangatnya..kita berdoa untuk dia tapi dia pula berusaha membunuh diri! Apa yang kau nak Mia? Kau nak biarkan lelaki tu rampas kesucian hati kau pula? Jangan pernah salahkan takdir Mia..Jangan pernah kesalkan hidup. Kau tak sedar ke berapa ramai lagi mangsa rogol diluar sana yang tak berpeluang meneruskan hidup macam kau? Jangan biarkan kebodohan lelaki tu pun buat kau bodoh!” Damia terdiam walau air matanya terus membasahi pipi gebunya.

Faridah hanya mampu diam, membiarkan Johan meneruskan kata-katanya dengan harapan dapat menyedarkan Damia.

“Berapa ramai lagi yang diuji diluar sana, sampai cacat pendengaran, buta pandangan tapi masih ada keinginan meneruskan hidup! Masih menghargai nyawa yang dianugerahi Allah. Abang tak kata dugaan kau tak sehebat mereka, tapi abang nak kau sedar Mia, betapa hebat pun ujian dan dugaan yang kita terima semuanya berpaksikan kembali pada Allah. Mengingati Allah.” Johan tunduk menyelindungkan wajahnya yang dibasahi airmata.

Bukan niatnya untuk memburukkan Damia, tidak terdetik sedikitpun niat untuk melemparkan semua kesilapan di bahu Damia. Hati kecilnya turut tercalar dengan peristiwa yang menimpa adiknya. Perasaan bersalah menyelubungi dirinya yang mengakui tidak menjaga Damia sebaiknya. Andai sahaja dia tahu akan berlaku sesuatu, pasti Johan sanggup membatalkan niatnya untuk pergi mesyuarat. Aku tak patut biarkan Damia balik bersendirian!

“Maafkan Mia..mama, abang Johan..”

“Mia tak pernah salah dengan mama, sayang.” Faridah menyeka airmata Damia.

“Mia..jasad ni milik Allah. Apa yang berlaku semua ada hikmah. Abang minta maaf tak lindungi Mia sebaiknya..”

Keluarga mereka bersatu dalam pelukan, bersatu dalam tangisan. Berdoa semoga ada sinar harapan yang cerah untuk mereka, semoga titik-titik luka tidak akan memutuskan ikatan silaturrahim yang sekian lama terbina. Semoga harapan itulah yang menghidupkan kembali keyakinan pada Mia. Semoga ada kesabaran yang subur pada jiwa Damia.



"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah : 155)

************

10 Ramadhan..

Setahun berlalu. Hari ini Mia akanberdepan dengan peperiksaan akhir sem. Awal subuh tadi dia terdengar Mia membaca al-Mathurat sebagai permulaan hari yang baik untuk Mia menghadapi peperiksaannya. Hatinya semakin tenang saat melihat senyuman yang sentiasa terukir di wajah Damia.

“Mama doakan Mia dapat jawab yang terbaik nanti. Jangan lupa, sebelum jawab soalan…”

“Hadiahkan Al-fatihah buat diri sendiri, pemeriksa dan saudara kita..serta selawat untuk nabi,” pintas Mia menyambung pesanan ibunya yang meresap diruang fikirannya.

“Pandai pun anak mama ni. Johan pun hati-hati memandu tu..jangan nak cepat sampai je.”

“Baik ma..InsyaAllah..” jawab Johan perlahan.

"Beruntung Mia dapat jawab exam dalam bulan ramadhan ni. InsyaAllah dapat keberkatan, sambil berjihad dengan nafsu, berjihad pula dengan ilmu.” Tambah mama terus memberikan semangat buat Damia.

“InsyaAllah, betul tu Mia..untung Mia tau. Asalkan niat betul, Allah pasti memelihara,” sambung Johan sambil bersalam dengan ibunya dan diikuti Mia.



“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gementarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (kerananya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (Al-Anfaal : 2)

**********

'Banyak lagi persoalan yang belum terjawab. Masih ada masa untuk Haris memikirkan kembali keputusannya. Aku keliru. Benarkah dia benar-benar cintakan aku? Kenapa dia tidak mempersoalkan sedikitpun tentang kisah lalu aku? Maisarah menemaniku menemui Haris. Abang Johan dan mama pun tidak tahu pertemuan yang ku rancang dua hari sebelum tarikh pernikahan. Sepanjang menunggu kedatangan Haris, hati yang menanti penuh debaran diisi zikrullah. Semoga Allah memberi kekuatan dan ketenangan buatku. Maisarah tidak putus-putus memberikan nasihat agar aku mengawal emosi bertemu dengan lelaki yang belum lagi mempunyai ikatan sah denganku. Malah,ini adalah kali pertama aku akan bertemu dengan seorang lelaki yang membicarakan soal perasaan, soal diri masing-masing.'

“Haris dah datang.” Bisikan Maisarah seperti menusuk ke ruang hati.

“Assalamualaikum..” sapa Haris dan terus duduk berhadapan Damia. Mereka tidak tahu, Haris juga pertama kali duduk semeja dengan perempuan yang pertama menyentuh naluri lelakinya, Damia. Malah tidak terfikir pun, gadis muda berusia 21 tahun dihadapannya akan menjadi permaisuri hatinya, dunia akhirat. InsyaAllah..

“Waalaikumussalam..” jawab Damia dan Maisarah serentak. Setelah itu, diam merajai suasana tatkala masing-masing menunggu pihak mana yang akan bersuara. Damia tunggu Haris. Haris pula menunggu Damia. Maisarah? Akhirnya Maisarah juga yang memulakan perbualan setelah minuman yang dipesan telah tiba.

“Awak..awak masih ada masa nak ubah fikiran, Ris,” ujar Maisarah.

‘Thanks Mai! Tapi bukan aku ke sepatutnya cakap dialog tu?’ getus hati kecil Damia.

“Nak ubah fikiran? Kenapa Damia? Awak tak setuju ke?” soal Haris, bingung sambil merenung Damia, mengharapkan jawapan.

“Bukan tak setuju..tapi,tapi..saya tak seperti perempuan lain. Awak kena faham tu”

“Ya. Saya faham Mia, awak tak sama dengan perempuan di luar sana. Awak gadis tabah yang tetap teguh di jalan Allah walaupun Dia sentiasa menguji awak.”

“Tapi..”

“Damia, dengar sini. Bukan kecantikan jasad awak yang membangkitkan rasa cinta saya pada awak, kerana bagi saya semua wanita ciptaan Allah dicipta dengan kecantikan tersendiri. Tapi kecantikan hati dan keperibadian awak yang mengagumkan saya. Kerana tak semua wanita mampu bangun dan terus berpegang teguh pada takdir-Nya setelah rebah dengan dugaan atau musibah. Saya cintakan awak bukan untuk dunia je, tapi akhirat. Serahkan laluan cinta pada Allah, bukan saya semata..InsyaAllah. Awak akan lebih tenang..”

Terdiam. Bibir seakan terkunci rapat untuk bersuara. Lidah seakan kelu untuk berbicara. Hanya satu yang ku tekadkan dalam hati. Aku redha atas ketentuan-Nya. Hanya dia yang tahu apa yang terbaik.

**********
Skrin komputer riba ditatap lama. Puisi itu benar-benar menyentuh jiwanya. Blog ‘An-Nisaa’ yang menjadi tatapan Haris kini menarik perhatian. Penuh dengan puisi keagamaan. Siapakah yang diilhami Allah SWT untuk menulis puisi yang begitu indah pada iman. Semoga setiap pembacanya mendapat manfaat dan menghayati tiap bait-bait ayat yang begitu menggegarkan jiwa khalifah. Walau siapa pun penulisnya, semoga Allah merahmatinya.

CINTA..
Andai saja kau bisa merasa getaran HATIku,
Kau akan tahu betapa aku sangat meRINDUimu..
Andai saja kau bisa menadah AIR MATAku,
Kau akan tahu betapa aku takut keHILANGanmu..
Andai saja kau JAUH dari diriku,
Kau akan lihat betapa KOSONGnya hidupku..
Andai saja kau HILANG dariku..
Berjuta nyawa pun tak mampu menghidupkan JIWAku!

Cinta..
Jatuhnya aku pada kekuatan cinta tanpa melihatmu..
Butanya aku pada dugaan yang menguji kasihku..
Biar nyawa jadi taruhan asalkan cinta ini dipertahankan..
Biar harta dan jasad terkorban..
Kerana cinta ini yang ku damba!

Cinta..
Menyebut namamu takkan pernah jemu..
Mengingatimu takkan pernah lupa..
Memujimu takkan pernah rapuh..
Janjimu sentiasa teguh..
Cinta sehidup dan selepas mati..
Cinta yang sentiasa bahagia walau derita..
Aku menyintai sesuatu kerana cinta itu!
Aku hidup kerana cinta itu!
AKu mati kerana cinta itu!

Cukup bagiku cintamu..
Itulah pelindung yang memeliharaku..
Itulah ketenangan yang mententeramkan aku..
Itulah kebahagiaan yang menyinariku..

Engkau yang selalu ada..
Engkau yang sentiasa bersama..
Saat suka dan duka..
Aku cinta padamu..
Aku cinta pada takdirmu..
Aku cinta pada jalanmu..

Atas nama cinta..
"Aku naik saksi tiada Tuhan selain Allah,dan Nabi Muhammad itu pesuruh Allah.."
Atas nafas cinta...
Subhanallah..
Alhamdulillah..
Allahu Akhbar..
Jihad cinta buatMu ya Rabb...
Pelihara nadiku untuk sentiasa mengingatiMu..
Pelihara hatiku untuk sentiasa beriman padaMu..

Puisi ‘Aku jatuh cinta’ dibacanya berulangkali. Sesekali airmata yang jatuh disekanya segera. Bibirnya meniti istighfar. Puisi itu seakan merasuk kamar emosinya. Menerjah diruang fikirannya. Lantas jasadnya bangun menyucikan diri dengan wudhu. Tenang. Jiwanya dibalut ketenangan usai sahaja solat tahajudnya tengah malam itu. Subhanallah..Alhamdulillah..Allahu Akhbar..zikir berlagu pada bibir, jiwa dan meresap di hati.

**************

“Terima kasih kak Mia, selama ni akak dah banyak bagi dorongan dan nasihat pada Alia, kalau tak..entahlah apa yang akan jadi.”

Wajah Alia ditatap lama. Bukan kerana simpati yang membakar semangatnya untuk membantu Alia, tetapi gadis belasan tahun yang baru memasuki pusat perlindungan Anisa itu benar-benar menyentuh naluri wanitanya. Alia menjadi mangsa rogol manusia tak berperikemanusiaan. Kejam. Satu-satunya ayat yang layak menggambarkan derita gadis ini. Mujur Allah memberi rahmat dan petunjuk pada hambanya yang lemah. Biar jasad ditindas, tapi iman sedikitpun tidak akan tercalar.

“Syukur pada ALLAH SWT, hanya dia yang memberi sinar pada jiwa kita. Kakak cuma jalankan tanggungjawab sebagai seorang muslim, Lia.”

“Semalam cikgu Haris beri ceramah sekejap je, tapi kali ini lebih banyak mendengar dan menghayati..tak seperti selalu.”

“Kenapa, dia cakap tentang apa?”

“Kebanyakan penghuni yang ada disini lemas kerana cinta nafsu, ditindas kerana cinta dunia..Tapi semalam, bila cikgu Haris berikan puisi ni..kita sebagai wanita semua hanya terdiam. Dalam diam, semuanya ingin berubah dan bersihkan niat dalam hati, kak.” Sayu ucapan Alia sambil tangan kanannya lantas menghulur kertas putih yang berada digenggamannya tadi.

Mata membaca setiap bait ayat, menerjah ruang minda dan mencari sudut jiwa. Lantas bibir menguntum senyuman.

“Kenapa akak senyum semacam je, akak pernah baca puisi ni ke?” Alia bingung.

“Puisi ni sangat dekat dengan akak, Lia..sentiasa rapat dihati akak..”

“Puisi ni diambil dari…”

“Blog An-Nisa.” Sambung Damia.

Tepat sangkaannya, getus Alia. “Kakak penulis puisi yang selama ni cikgu Haris beri pada kami?” soal Alia terus.

Namun Damia hanya memberikan senyuman sebagai jawapan. Menyembunyikan sedikit emosinya yang masih terkejut kerana suaminya menggunakan nukilan puisi dalam blognya sebagai bahan kaunseling. Tidak menyangka Haris turut menyelami curahan jiwanya dan menyampaikannya dalam corak bimbingan kaunseling.

“Cikgu Haris tak tahulah selama ni yang tulis puisi kegemarannya ialah isterinya sendiri.” Usik Alia.

“Akak pun tak sangka suami akak boleh terjah blog akak. Sebelum ni memang ada yang minta izin copy semua karya akak melalui emel, tapi akak tak tahu yang minta izin tu suami akak sendiri,” ujarnya sedikit tergelak. Subhanallah..

Kertas yang dicetak dari laman blognya ditatap bersama Alia.


Pilihanku..
Bukannya pada paras rupa yang menawan hati..
Kerana cintaku bukan pada pandangan semata..
Takut jika diwarnai kegelapan..
Kita buta hilang arah..

Pilihanku..
Bukannya pada manis tutur kata bermadah..
Kerana cintaku bukan pada janji yang bermaharajalela..
Andainya suara dikaburi fitnah,
Kita rebah tiada bermaya..

Pilihanku..
Bukan pada banyaknya harta dunia,
Kerana cintaku bukannya ternilai dengan harga..
Bimbang kemewahan membawa leka..
Menghilangkan cinta kita padaNya..
Lalu dimanakah bahagia?


Pilihanku itu..
seorang yang buta..
Buta menilai paras rupa..
Sesungguhnya syahadahnya menggegar seluruh jiwaku..
Keikhlasannya melakar cinta yang diredha..
Tongkatnya pada akidah yang menyinari laluan bahagia

Pilihanku itu...
Seorang yang bisu..
Bisu mengungkapkan janji yang tiada pasti..
Kerana harapan disandarkan pada Illahi..
Pendiriannya menusuk nurani hawa..
Bait-bait kesyukurannya lahir pada sujud seorang hamba

Pilihanku itu..
Seorang yang papa dan hina...
Papa dengan takbur yang mengubur
Hina kerana sederhana..
Iman memujuk jiwanya..
Cintanya pada agama mengikat tali ukhwah..
Lalu disimpul teguh pada tiang pernikahan..

Pilihan kami..
Pada agama yang memelihara
Pada Syahadah yang mengiringi
Pada Alquran yang membimbing..

Biar..
Cinta kami pada maha Menyintai..
Kerana janjiNya yang pasti
Cinta kami pada kekasih Illahi
kerana memimpin ke jalan bahagia yang hakiki
Kasih isteri pada cinta yang diberi..
Biarlah sampai ke akhirat nanti...
kerana yang sebenarnya ku mahukan padanya..
Bukan cuma kekasih duniawi..
Tapi teman menuju syurgawi..

'Ramai yang mencari cinta tetapi tertipu olehnya,
Ramai yang kecewa kerana cinta dan putus asa pada rahmat-Nya,
Ramai yang membenci cinta dan membenci nyawanya.'


"Cinta yang dicari tanpa melalui Pencipta adalah cinta yang tiada batasnya. Cinta tanpa batasan hanya cinta sekadar hiburan. Hiburan yang bukan hanya melalaikan jiwa, menggelapkan hati malah buta pada Pencipta. Apabila musibah melanda, mula salahkan Tuhan kerana tidak menyedarkan daripada leka. Hati kita yang lemah, sentiasa digodai nafsu, sebab itu kita kena berpegang pada sandaran yang kukuh, Allah SWT. Adanya iman..apapun cabaran kita tetap mara ke hadapan. InsyaAllah.” Panjang bicara Damia.

Hilang kata-kata dari Alia, mereka berdakapan. Terusik dengan kata-kata Damia. Kenapalah sebelum ini aku tidak menghargai nyawa, terlalu awal untuk menyerah dengan kehidupan? Sedangkan Allah tidak putus-putus memberi kesempatan. Air mata mengalir dipipi gebu Alia. Hatinya terlalu akrab dengan Damia.

“Kenapa akak memahami Lia? Adik dan ibu Alia sendiri tak dapat nak faham Lia..situasi Lia. Akak pun…pernah lalui masa derita macam Lia juga ke?”

Damia tersenyum, biarlah Alia mentafsirkan sendiri makna senyumannya kali ini. Alia memandang Damia dengan pandangan berkaca dan bibirnya turut menguntum senyuman walau soalannya tidak terjawab dengan lisan.

“Bukanlah masa ‘derita’ Lia..tetapi masa yang terlalu berharga. Airmata yang menangis buat Pencipta, melihat putaran kehidupan dengan mencari hikmah yang tersembunyi dari Allah, rindu untuk terus sujud mengharapkan bantuan dan menyandarkan harapan pada-Nya. Istilah ‘derita’ itu patut digantikan dengan ‘tarbiyah’..Kita belajar dan diajar melalui kehidupan, Alia. Jadi, jangan anggap ini masa derita buat Alia, belum tentu orang yang bahagia ikhlas mengingati Allah. Saat yang dianggap derita itulah kita sentiasa bertemankan doa.”

“Ya..Alhamdulillah, terima kasih kak. Kakak terlalu banyak sedarkan Alia. Alia jahil dengan dunia kak.”

“Alhamdulillah..semuanya dari Allah..” Damia tersentak.

Sejak bila suaminya berada dihadapan mereka? Tabir yang memisahkan jemaah lelaki dan wanita yang terselak ditiup angin menampakkan jasad Haris yang benar-benar berada dihadapan. Dengarkah dia semua bicaranya pada Alia?

Selesai berjemaah solat Asar, Haris terus mendekati isterinya. Tapi kali ini lain panggilan yang keluar dari mulutnya.

“Nampaknya hari ni biar abang yang masak untuk makan malam, khas buat isteri yang tersayang, An-Nisa” Senyuman Haris memerangkap emosinya. Tapi…

“Abang sebut Nisa tu, nama madu buat Mia ke?” Damia sengaja mengusik.

“Amboi, tak payah nak sorok lagi..lepas ni abang nak bukukan karya tulisan isteri abang. Tak payahlah nak hantar emel nak minta izin kan?” Sah, Haris dengar tadi! Siap menyindir pula.

“Yelah abang, maaflah sebab berahsia dengan abang.”

“Takdelah..Alhamdulillah, abang beruntung berjumpa dengan penulis puisi kegemaran abang yang selama ni dekat dengan abang, dan dapat tahu rahsia sayang pun kat tempat kegemaran abang, kat surau rumah Anisa. Kenapalah abang tak boleh agak selama ni? Rupanya nama yang sayang beri untuk rumah perlindungan ni pun sama dengan nama blog sayang kan?”

Rumah perlindungan untuk wanita yang tertindas diberi nama Anisa, walaupun masih baru tetapi berjaya memberi sinar baru buat penghuni-penghuninya. Alhamdulillah,itulah harapan mereka. Itulah Jihad cinta Damia.

“Eh, kata nak masak untuk isteri tersayang, jomlah balik rumah cepat, nanti traffic jammed lambat pula.”

“Sebelum tu…nak tahu tak rahsia abang tak?”

“Apa?” ucap Damia tidak sabar.

“Puisi ‘Aku jatuh cinta’ tu lah yang buat abang terus menyintai sayang kerana Allah..” bisik Haris. Bisikan yang membawa manik-manik ketenangan apalagi saat Haris menyebut nama Allah. Lantas zikrullah menghiasi kamar hatinya sambil menatap wajah suami tercintanya Haris.

Jihad cinta buat-Mu ya Rabb. Pelihara nadiku untuk sentiasa mengingati-Mu. Pelihara hatiku untuk sentiasa beriman pada-Mu.

Wednesday, October 5, 2011

Wanita kita

Assalamualaikum..
Tetiba jumpa satu artikel yang best untuk dikongsi..Macam biasa..author blog x pandai nak karang ayat so just boleh copy and paste sahaja..btw, ilmu yg dapat still sama kan walaupun bukan dari penulisan sendidi..selamat membaca!!



"Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki"



Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ.

Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.
Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.

Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?
Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.

Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.
Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.
Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.
Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, yang
mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.

Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari redha Illahi.
Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.
Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.

Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.

Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.

Yang dicari walau bukan putera raja, biarlah putera Agama.
Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.
Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat rohani dan hati.
Yang diharap, bukan jihad pada semangat, asal perjuangannya ada matlamat.
Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana diri ini serikandi dengan silam yang kelam.
Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.
Dan yg akan terjadi, andai tak sama dgn kehendak hati, insyaAllah ku redha ketetapan Illahi..

Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga redha Allah akan sentiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini.

Menulis untuk dikongsi


Hidayah, ibarat cahaya; ia tak menyapa kamar yang tidak dibuka jendelanya.


Dengan nama Allah, aku bermula dan dengan nama-Nya, aku berakhir. Segala puji hanya buat-Nya, dan segala harap, ku pusatkan buat-Nya. Apa yang bakal kalian baca sebentar lagi mungkin akan membuatkan darah kalian menggelegak, mungkin juga membuatkan jantung kalian berkocak. Bisa saja, mata kalian bertukar merah dan urat merih kalian timbul menyirat.

Yalah. Kita ini manusia biasa. Kita pasti takkan senang hati jika ada orang bercakap tentang yang buruk-buruk tentang kita. Biarlah perbuatan kita itu, sudah ditukarkan nama sebagai kritikan membina, nasihat, atau teguran... berilah apa saja nama pun, hati kita tetap takkan mampu untuk positif secara keseluruhannya.

Kerana itulah sifat kita, sifat aku juga. Aku sendiri tidak meletakkan harapan yang mencecah awan. Aku juga tak menggambarkan apa yang aku tulis ini sebagai nasihat. Tetapi cukuplah untuk Allah tahu, aku mencuba belajar bersyukur atas suatu yang Allah beri kepadaku, yang mungkin belum Allah beri pada kalian. Dan sahabat, maaf... aku mungkin terlalu segan untuk berbicara tentang cinta dengan setiap daripada kalian, tapi tahulah... sungguh hatiku ikhlas mencintai kalian, kesemuanya! Cinta sesama lelaki, hakikatnya lebih jujur dan lebih berpetunjuk, asal saja Allah menjadi tempat di mana sauh kita dilepaskan.

Sahabatku semuanya.

Aku teringat, ada sebuah hadis yang diceritakan oleh Muawiyyah r.a sepertimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, tentang peristiwa yang pernah berlaku di masjid Nabawi, di Madinah. Suatu ketika, Rasulullah s.a.w masuk ke dalam masjid. Di sana, ada satu kelompok kecil para sahabat sedang duduk dalam satu bulatan, seakan berbincang. Lalu, Baginda mampir dan bertanya kepada mereka.

"Atas sebab apakah kalian berkumpul?"

Lalu jawab para sahabat Rasulullah yang berada di situ, "Tidak ada apa-apa, wahai Rasulullah. Kami cuma duduk mengingat-ingat akan masa silam kami... masa kami belum dapat hidayah dahulu"

Rasulullah kembali mengulang soalannya. "Bernarkah sebab itu sahaja?"

Jawab mereka lagi, "Benar ya Rasululullah. Kerana ini sahaja"

Lalu Baginda menyambung bicaranya, "Sungguh, aku tak meminta kalian untuk bersumpah dengan nama Allah, atas prasangkaku kepada kalian. Tetapi sebenarnya tadi, Jibril a.s telah datang kepadaku dan mengkhabarkan bahawa Allah sedang berbangga tentang kalian dihadapan para malaikatnya"

Kalian faham apa yang aku faham?

Aku faham, betapa nikmat hidayah itu besar nilainya... mahal juga harganya. Kita tak boleh rasuah Allah untuk mendapatkan hidayah, tetapi kita boleh melobi Allah untuk diberikan hidayah. Jangan berhenti membaca, nanti kalian akan salah faham pada penyataan aku tadi.

Begini...

Orang selalu kata, "Ah... belum sampai seru", atau "Nak buat macam mana... belum dapat hidayah lagi". Kalau dipandang pada layer yang pertama, "betul juga apa aku kata tadi", tapi kalau dilihat kepada layer yang berikutnya, pasti kalian akan menelan hadam kembali kefahaman dangkal kalian tadi. Maaf kerana menggunakan perkataan dangkal. Tapi hakikatnya, memang begitu pun.

Hidayah perlu dicari! Kita perlu faham, bahawa hidayah ini ialah karbohidrat bagi jiwa. Sebagaimana jasad kita perlukan tenaga untuk bergerak, jiwa kita dan iman kita juga perlu diberikan tenaga agar ia punya kekuatan untuk berperanan seperti yang sepatutnya.

Sebenarnya, apa peranan iman kepada kita?

Ramai yang tak tahu, apa peranan iman. Ramai juga belum tahu, apa pula peranan kita, manusia di muka bumi ini! Adakah kita, Allah ciptakan untuk score 4 flat? Adakah kita, Allah ciptakan untuk jadi engineer, kumpul duit dan aset bernilai satu semesta? Atau, adakah Allah ciptakan kita untuk menjadi ahli sukan yang terkenal, atau apakah Allah ciptakan kita untuk menjadi artis atau menjadi public figure?

Pasti jawapannya tidak. Fungsi ultimate kita ialah untuk menjadi hamba Allah- beribadah dan taat kepada segala perintah dan petunjuknya, juga menjadi pengaman, pentadbir, dan pemakmur alam buana ini.

Baiklah. Benda itu mungkin terlalu besar untuk kita.

Tapi, kita perlu tahu yang segala-galanya bermula dengan hidayah. Aku teringat kata-kata Ibn Athoillah dalam kitab al-Hikam, pada pesanan ketujuh.

"Apabila Allah telah membukakan salah satu jalan makrifat (mengenal Allah) bagimu, maka jangan hiraukan mengapa ia terjadi, walaupun amalmu saat itu masih sangat sedikit. Allah membukakan pintu itu bagimu hanyalah kerana Dia ingin memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkah engkau mengerti, bahawa makrifat itu merupakan anugerah-Nya kepadamu? Sedang engkau mempersembahkan amal-amalmu kepada-Nya? Maka, apalah ertinya apa-apa yang engkau persembahkan kepada-Nya itu, dengan apa apa yang dianugerahkan oleh Allah kepadamu"

Kata ulama tersohor, Ibn Athoillah... mengenal Allah ialah suatu keperluan asasi; seperti oksigen bagi manusia, seumpama air bagi ikan, dan seperti tanah bagi tumbuhan. Dan... peluang dan kekuatan untuk mengenali Allah (makrifat) itu pula ialah anugerah Allah yang paling agung!

Sebab itu, aku suka untuk mengajak kalian semua kenal Allah. Dan caranya, inilah yang mahu aku sebarkan. Harap kalian sudi sebarkan kepada yang selainmu. Ingat, tadi aku bercakap soal melobi Allah. Adakah wajar dan berupaya, untuk hamba hina umpama kita... melobi Allah?

Pasti jawapannya tidak. Allah Maha Suci daripada sifat-sifat makhluk yang punya kelemahan.

Sebenarnya, aku sedang bercakap tentang cara menarik hidayah dari tingkat langit, agar buah dari langit itu dapat kita tanam dan semai dalam dada hamba.

Sahabat, mari kita semak amal ibadah kita. Aku tak ajak kita untuk melihat pada amal sunat, kerana gagal ialah suatu yang berkemungkinan besar menanti kita sebagai jawapannya. Tetapi, lihatlah bersama akan solat kita. Bagaimana solat kita?

Berjemaah, atau sendirian? Kita bersolat dengan ilmu, atau sekadar ikut-ikutan?

Kita tak sedar... betapa kita perlu ada ilmu dalam setiap amal dan perbuatan kita. Ilmu ialah fondusi. Ilmu ialah nyawa dan roh kepada amal kita. Kalau kita beramal tanpa ilmu, kita cuma membuat kerangka tanpa isi.

Tapi masalahnya, kita tak suka menuntut ilmu! Masalah kita, tunjangnya ada di sana. Kita sendiri ialah masalah kepada masyarakat, dan pasti... kita sendiri ialah petualang keatas kegoblokan diri kita sendiri. Kita malas, kita berasa serba cukup, dan entah apa-apa lagi sebabnya.

Sahabatku...

Aku tak tahu dengan ayat apa lagi aku perlu bercakap, dengan struktur bahasa yang bagaimana lagi, jariku boleh menaip tetapi cukuplah kalau selepas artikel yang panjang (sebenarnya ialah luahan rasa) ini, kalian dapat menangkap satu atau dua point utama, yang cuba aku sampaikan- iaitu hidayah perlu dicari.

Untuk kehidupan dunia, kita cari makanan... kita cari wang... kita cari, segala macam perkara. Tetapi untuk kehidupan akhirat, kita tak berkeinginankah untuk mencari redha Allah?

Keinginan itu takkan terbit, tanpa ada hidayah yang menyentuh ulu hati kita. Sungguh!

Dan hidayah itu takkan membijik tumbuh, tanpa kita sendiri yang berusaha untuk mendapatkannya.

Dekatilah masjid surau. Bila orang azan, itu tandanya Allah sedang mengajak kita kepada hidayah, maghfirah, makrifat, dan hikmat. Penuhilah ajakan solat berjemaah. Dan bila diumumkan ada majlis agama, ambillah masa dan duduklah sebentar. Siapa tahu, dalam sela masa yang kalian habiskan dengan online, tengok movie, dan segala macam perkara itu... Allah tarik nyawa ibu bapa kalian?

Kita susah untuk membayangkan kita mati. Rasional- kita muda. Walaupun muda pun boleh mati, tapi kesan pada hati remaja pasti tak sama. Maka, mari kita ingat bersama tentang ayah dan ibu kita.

Tidakkah ibu bapa kita mahu kita jadi manusia yang berguna? Ingatlah itu. Ibu bapa kita akan bangga jika anaknya mahukan agama, sebab agama sudah menjadi suatu yang jarang diluahkan pada mulut mereka... tapi hati mereka takkan boleh berhenti berbicara rasa tentang kita.

Aku, kalau terasa sisi gelap aku memanggil-manggil, aku akan ingat balik kepada mak dan ayah aku. Tidakkah aku perlu jadi orang baik?

Dan kalian...
Maaf kiranya apa yang aku tulis ini mengganggu. Layanlah aku seperti biasa, kerana aku akan layan kalian seperti aku tidak ada menulis apa-apa pasal ini. Aku senyum, dan aku harap kalian sudi membalas senyuman aku itu.

Maaflah kerana bukan semua benda aku boleh sampaikan dengan bahasa mulut. Aku tak kuat. Aku bacul, penakut dan pengecut. Sebab itu, aku berharap kau semua boleh mendengar bahasa tulisan, sebab ini ialah suara aku!

Bukan hasil penulisan sendiri..mencari,copy and paste..sekadar perkongsian dalam pencarian..
cukuplah sekadar aku mencintai dalam diam~


Don’t worry if you’re single.
God’s looking at you right now, saying,
“I’m saving this girl for someone special"

Catatan dan penulisan ini bukan kerana nama,
Nama tidak menjamin Redha Rabbuna.
Penulisan ini bukan kerana harta,
Lagilah harta tidak menjamin ke syurga.
Bukan juga kerana terpaksa,
Memaksa itu bukan sifatnya Habibullah.
Ini bukan kerana sesiapa,
Kerana sesiapa bukan ghoyah utama.
Penulisan ini hanyalah kerana Allah,
Kerana RedhaNya adalah kunci kejayaan dunia,
Gerbang menuju Jannah ..


Kalau kita sukakan seseorang,
jangan beritahu si dia.
Nanti Allah kurangkan rasa cinta padanya
Tapi luahkan pada Allah,
beritahulah Allah.
Allah Maha mengetahui siapa jodoh kita ..
Cintai Dia Dalam Diam,
Dari Kejauhan Dengan Kesederhanaan & Keikhlasan

Jika benar cinta itu kerana ALLAH maka biarkanlah ia mengalir mengikut aliran ALLAH kerana hakikatnya ia berhulu dari ALLAH maka ia pun berhilir hanya kepada ALLAH
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran ALLAH."
(Adz Dzariyat : 49)

Tetapi jika kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah, berdoalah & berpuasalah
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji.
Dan suatu jalan yang buruk."
(Al Israa' : 32 )



Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang,
Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya & Dia telah menciptakan sseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.
Ketika kau merasa bahawa kau mencintai seseorang,
namun kau tahu cintamu tak terbalas
Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu & Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu

Cukup cintai dalam diam
bukan kerana membenci hadirnya
tetapi menjaga kesuciannya
bukan kerana menghindari dunia
tetapi meraih syurga-NYA
bukan kerana lemah untuk menghadapinya
tetapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus & menyelusup

Cukup cintai dari kejauhan
kerana hadirmu tiada kan mampu menjauhkan dari ujian
kerana hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan
kerana mungkin membawa kelalaian hati-hati yang terjaga

Cukup cintai dengan kesederhanaan
Memupuknya hanya akan menambah penderitaan
menumbuhkan harapan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan

Cintailah dengan keikhlasan
Kerana tentu kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib diingini oleh hati
tetapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi..??
".. boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu.
ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(Al Baqarah : 216 )

Jangan memberi harapan pada yang belum pasti,
kelak ada insan yang bakal dilukai,
Jangan menaruh harapan pada yang belum tentu dimiliki,
nanti hati yang kecewa sendiri.
Sebaliknya,
gantunglah segenap pengharapanmu kepada Yang Maha Memberi,
nescaya dirimu tak sesekali dizalimi,
kerana Dia mendengar pengharapanmu setiap kali & Dia menunaikannya dgn cara-Nya yang tersendiri

Cukup cintai dalam diam dari kejauhan dengan kesederhaan & keikhlasan
Kerana tiada yang tahu rencana Tuhan
mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan

Kerana hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikkan
serahkan rasa itu pada Yang Memberi dan Memilikinya
biarkan DIA yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya
"Barangsiapa yang menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga."
(Umar Bin Khattab ra)


If you really love her, you won’t touch her.
Not even the slightest bit.
You’ll protect her dignity and sacredness as a muslimah.
Just hold her in your heart for a few more years ..
then you can do it the halal way


“Sesiapa sahaja yang memberi kerana Allah, menolak kerana Allah, mencintai kerana Allah,membenci kerana Allah & menikah kerana Allah, maka bererti ia telah sempurna imannya.”
(HR. Al-Hakim)

~Allah seeker~


Sekadar sharing ilmu yg sedikit
Bukan hasil penulisan sendiri tetapi sekadar perkongsian dan ingatan buat sahabat-sahabat yg mungkin sudah sampai seru atau yg sedang asyik melayan cinta dunia..berhati-hatilah..capailah redha dan cinta Allah terlebih dahulu..kerana itu pasti yang kekal abadi buat selama-lamanya..sekadar perkongsian..=))

Ambil yang jernih, perbaiki yang keruh..

Wednesday, September 21, 2011

Alhamdulillah



Assalamualaikum w.b.t

Alhamdulillah syukur..itu sahaja yg mampu terluah dengan kata- kata..Alhammdulillah terima kasih Ya Allah .Terima kasih untuk segala- galanya.Terima kasih kerana masih memberi secebis nyawa untuk mengenal erti kehidupan..Terima kasih Ya Allah kerana mengurniakan aku nikmat iman dan masa lapang yang tak mungkin dapat dibayar dengan wang ringgit mahupun emas berlian..Alhamdulillah..syukur..itu yang mampu hambaMu yang hina ini boleh ucapkan..

Alhamdulillah..hampir dua bulan Allah meminjamkan hayat ini untuk menikmati waktu senang di tanah air sendiri..Begitu besar keagunganNYa..cukup beasr..SUBHANALLAH..hanya hambanya yang tahu bersyukur mampu mengucapkan kalimat azimat itu..SubHANALLAH sangat beasr kuasa Allah itu..Alhamdulillah Ya Allah engkau telah memberi aku peluang untuk aku lebih hargai Ramadan tahun ini..Walaupun aku tahu amalku tidak banyak menggunung seperti amalan - amalan solifulsolih, walaupun aku tahu imanku tidak sekuat hamba- hambaMu yang selalu mendekatkan diri kpdMU..Walaupun aku tahu ,aku banyak dosa dan keaiban yang telah aku lakukan hampir 20 tahun usia hidupku.

Alhamdulillah engkau masih menyayangi hambaMu ini.Dengan ujian yang telah engkau timpakan kepadaku..Alhamdulillah sedikit sebanyak membuka ruang pintu hatiku untuk lebih mengabdikan diri hanya kepadaMU..Terima kasih Ya Allah kerana masih lagi mahu menyayangi aku..

Ya Allah..hanya satu aku pohon tolong pegang hatiku Ya Allah..istiqamahkan aku dalam perubahan, dalam mengenal diriMu Ya Allah..Ya Allah yang membolak- balikkan hati hamba- hambanya..Yakinkan aku dengan rahmatMu..kuatkan aku untuk kembali berjuang menuntut kembali kegagalanku selama nin..Kuatkan aku Ya Allah..teguhkan imanku Ya Allah..aku mahu berubah..jangan engkau pesongkan aku lagi Ya Allah..jangan engkau laghorakn hatiku lagi dengan cinta duniawi..Janjikan aku syurga yang abadi kerana itu yang ku dambakan..Janjikan ketenangan dalam jiwaku..Ya Allah permudahkan jalanku untuk menyintaiMu sepenuhnya..permudahkan Ya Allah..tolong Ya Allah..






Tersadar aku dari hirauku
Bersujud memohon ampunan
Atas segala dosa-dosaku
Yang telah lelahkan hatiku

Kebesaranmu Ya Allah
Kasih sayang dan rahmat-Mu
Dalam sadar ku terlupa mengucap syukur

Dalam sujud ku berdoa
Dalam tangis ku menyesal
Astaghfirullah bukalah pintu taubat-Mu

Entah kapan ajal menjemputku
Mungkin esok hanya Kau yang tahu
Mungkin usiaku tak cukup lagi
Untuk hapuskan segala dosaku

Kebesaranmu ya Allah
Kasih sayang dan rahmat-Mu
Dalam sadar ku terlupa mengucap syukur

Dalam sujud ku berdoa
Dalam tangis ku menyesal
Astaghfirullah bukalah pintu taubat-Mu

Aku hina dan tak pantas memohon ampunan
Tapi hanya Engkau tempatku untuk meminta

Kebesaranmu ya Allah
Kasih sayang dan rahmat-Mu
Dalam sadar ku terlupa mengucap syukur

Dalam sujud ku berdoa
Dalam tangis ku menyesal
Astaghfirullah bukalah pintu taubat-Mu

Dalam sujud ku berdoa
Dalam tangis ku menyesal
Astaghfirullah ampunkan semua dosaku
-Zivilia ~pintu taubat~





Alhamdulillah syukur..Allah sangat maha berkuasa atas setiap sesuatu..Allah sangat maha pengasih kerana masih mengurniakan rakan- rakan yang sentiasa mendorongku mendapatkan cinta illahi..Terima kasih buat sahabat -sahabat semua..lebat dan makin lebat malam ni dihujani dengan seribu dan sejuta nasihat yang cukup- cukup membuatkan aku membuka luas mataku dan pintu hati yang dah lama berkarat dengan dosa silam ..Mungkin inilah masanya untuk aku betul- betul berubah demi masa hadapan.360 darjah..insyallah semoga Allah permudahkan urusanku serta rakan- rakan yang dibukakan hati mereka untuk merasa erti dan kedamaian dalam mencari redha Allah..insyallah


Jadilah hawa yang TINGGI dengan DIDIKAN AGAMA, merendah diri dengan AKHLAK TERPUJI dan BAIK HATI..
Jadilah hawa yang MENJAGA AURAT dan MARUAH DIRI dari sewenang-wenangnya dilihat AJNABI..



Jadilah hawa yang sentiasa HAUS akan ILMU NASIHAT dan TEGURAN sebagai persiapan menjadi HAWA YANG SOLEHAH untuk seseorang yang SAH bergelar SUAMI..
Jadilah juga seorang hawa yang mampu menjadi ANAK, IBU DAN ISTERI yang SOLEHAH serta HAMBA ALLAH yang BERIMAN dan BERTAQWA seperti yang diidamkan oleh ADAM (:
InsyaALLAH
-insyallah ..terima kasih atas nasihat yg cukup bermakna..Seindah hiasan adalah wanita solehah..Insyallah..



.semoga selamat perjalanan awak..pasang niat betol2..belajar kerana Allah supaya masa depan lebih cerah..jgn niat belajar untuk hidup senang nanti..biarlah Allah yang tentukan..saya akan sentiasa doakan kejayaan awak..dan kesejahteraan hidup awak...belajar rajin2 ya..dont be sad..

Allah da tentukan yang terbaik buat awak
pergilah awak berjuang untuk masa depan awak
Allah da tetapkan untuk awak
macam mana untuk awak berjaya
tinggal jer Malaysia ni buat seketika
nanti awak akan pulang dengan hati yang senang
ingt ya
Allah sentiasa bersama kita
tak kira di mana kita berada
mungkin sedikit perkongsian
berbanggalah dengan Islam kerana jika kita berbangga dengan benda lain
Allah akan hina kita
insyaAllah
jika kita bangga sebagai seorang Islam
Allah akan memberi kita keberkatan hidup.dan Allah akan sentiasa bantu kita.jgn sedih2.la tahzan
-terima kasih kerana sering membantuku..Insyallah untuk dapatkan yang terbaik haruslah menjadi yang terbaik..terima kasih

Ezdiar Tcer Ez
‎Hanif Hanifa...post mortem ur weakness and mends everything needed for each paper..redo any previous paper... :) all the best dear...
Thanks tecer..thanks for your support..insyallah i'll try to stand up again to fight for another day..insyallah..wish me luck..insyallah..

Terima kasih buat semua yang telah banyak membantu..Terima kasih buat semua yang telah banyak memberi dorongan dan kata semangat yang tak putus- putus..Nikmat masa lapang cukup bermakna buatku..cukup berharga..dalam sedar Allah memberi aku kegagalan untuk aku bangkit kembali menebus kejayaan itu..Doakan yang terbaik buat diri yang masih lemah ini..Alhamdulillah..terima kasih Ya Rabb...Allah tidak pernah mungkir pada janjiNYa..perpeganglah pada taliNya insyallah kamu akan merasa ketenangan itu..Biiznillah..

Salam ababah
Selamat tinggal Malaysia..

-A man who want to change on 12th hour dies on 11th hour-

Tuesday, September 6, 2011

Check List

Assalamualaikum w.b.t




Yeah nmpaknye ter'update' jugek blog ini buat sekalian kalinya..huhu..ni pun sebab ada permintaan suruh update kalau tak,huh malas jugak aku nak mengarang meleih- lebih..Okay, first of all, mabruk alaikum kepada bakal junior- juniorku yg tak lama lagi akan menjejakkan kaki anda semua ke bumi yang penuh barakah ini..Semoga Allah mempermudahkan urusan kalian semua..

Ni ada sedikit la maklumat yg ble dikongsi bersama takde la banyak sangat tapi boleh la sedikit sebanyak menbantu junior- juniorku yg akan terbang jauh memulakan sesi hidup di bumi asing kelak..Okeh, tak nak cakap panjang - panjang, dan tak nak jugak membebel berkajang - kajang , lebih baik straight to the point..

Untuk adik- adikku yang disayangi, kat sini akhak senior ade sedikit nak share barang- barang yang patut adik -adik semua perlu bawa..dan nak bawak la..barang yang mungkin sukar untuk didapati di egypt terutamanya..

Food corner:



~Rempah ratus --



• Kulit kayu manis
• Bunga lawang
• Buah pelage
• Jintan mnis n jintan putih
• Lada hitam


(ni wajib la korang bawak..especially bg adik- adik yg suka sangat main masak-masak ni..kat sna ade je benda- benda mcm ni..tp agak sukar dicari dan mahal la jugak..so klu nak jimat duit baik beli siap- siap dari Malaysia)

~Bihun-

-kepada penggemar bihun goreng mahupun sewaktu dengannya, korang mmg patut kne beli sebabnya kat sana sangatlah bernasib baik klu korang ble jumpa bihun ni kat kedai pak arab, for your infromation, kat egypt kebiasaannya akak-akak senior akan masak mee gne spagetti shje..itu je yg ade tuk gantikn mee goreng..so klu adik- adik seorng yg sgt2 x ley nak berpisah ngan bihun goreng, bawak bihun yg dah dipack tu yek

~SoS cili , sos tiram dan kicap




- yang ni sangat wajib korang beli tapi klu nak bwk pastikan beli yg botol plastik yek,,nanti takut pecah x smpt smpai sana..Utk pengetahuan adik- adik, kat mesir boleh dikatakan takde sos cili yang best, klu ade pn mmg langsung x sedap,,mostly sos tomato senang je nk dpt tp sos cili mmg agak ssh..so beli bnyk2 yek

~ikan bilis dan udang kering serta sewaktu dengannya

-adik- adik sila bawak ikan bilis ye..kat sana mmg xde ikan bilis, ikan bilis tak sampai nak berenang ke egypt sebab tu la memang xde langsung makanan jenis nih..bawak dan mesti kena bawak sbb nanti kalau korng nak masak nasi lemak kuah ikan bilis senang..ikan kat sana tak sedap..huhu..tak mcm ikan kat malaysia..hihihi(pengakuan ikhlas)

~Santan segera...
ni sangat penting..tapi kat sana ade jew santannye akan tetapi akak memahami sangat student life mcm mne especaillay bg adik - adik yg amek course medic ni, havoc busy memanjnag so mmg xde msenye nak perah santan tuh, nak- nak santan kat mesir x sama mcm santan kat malaysia so solutionnye bawaklah santan segera, cepat lagi ringkas

Nak diringkaskan lagi, ble la check out list kat bwh nih

• nasi kampit segera

• cili serbuk


• serbuk kunyit(kat sana takde kunyit..harap maklum)

• budu (hahaha..bwk2..ble share ngan akak sekali..huhu)






~Perencah masakan
• perncah tom yam (yang ni wajib bwak..tp kalau dah pandai buat tomyam tnpa perencah tak bwk pun tkpe je..tp better bwk la..sng nak msk)

• rempah rendang(nanti hari raya haji nak masak rendang so bwk lah)

• perncah gulai adabi

. perencah nasi goreng(tp xpyh beli pun tkpe je..nasi grng senang je kan nk buat..tk perlu ade perncah, lgi sedap)

• milo (kat sne produk milo xsmpai lgi,yg ade coco la..)

• perencah mee bndng

Barang basah



• halia

• lengkuas

• kunyit

serai

asam keping

daun limau purut

cili padi(kat sana just ade cili besar shje..bg yg suka mkn pedas better bwk la)

kat sana takde benda2 mcm ni..segan nak tumbuh kot..ermm halia mgkin ade tp mahal lah kot..klu nak bwk, adik- adik boleh keringkan atau nak bwk yg fresh pun boleh tp make sure wrap elok2..

Yang tu bahagian makanan..ermm klu bab lain contohnye pakaian, untuk pengetahuan adik- adik kat sana nanti time adik- adik sampai kemungkin mesir dah nak tukar msuk musim winter..yehahha..winter..mmg siyes sejuk walaupun salji tak turun- turun..ermm ini terpulang kpd adik sama ada nak beli siap-siap winter coat kat sni or just nak beli kat sana..but, in my opinion baik adik- adik beli kat sana, murah dan cantik- cantik la..kalau beli kat malaysia mungkin agak mahal so dah dapat jimat space kat situ..

Mengenai buku- buku pelajaran , mengikut pengalaman akak senior ini, kebiasaannya kitaorng menggunakan buku department ala- ala buku text sekolah la ataupun buku yg dikarang oleh lecture, so seandainya adik- adik berminat utk membawa buku rujukan contohnya atlas of anatomy dari Malaysia iut lebih baik dan terpulang la..tp andai kata luggage sudah melebihi limit berat, sila kuarkan buku- buku atau pepeje yg rasa tak penting.

Alat tulis di sana boleh je didpti di kedai2 kat tepi jln..tetapi kualitinya mungkin kurang elok..biasalah Mesir kn..so klu adik- adik beli siap-siap lgi better(ohh jgn lupa bwk pencil colour ye sbb nanti kita main kaler- kaler time belajar subjek histology)..

Passport>>>>


tersgt penting sbb tu la nyawa korang semasa duduk di negara orang nih..dinasihatkan tak payah bawak ic sebab ic mmg langsung tak akan digunakan bila dah kat sana..sama jugak la dengan lesen memandu atau yang sewaktu dengannya

Oklah itu sahaja kot yang dapat akak senior ni boleh kongsikan..ilmu sikit je ni..harap dapat dimanfaatkan untuk kesenangan bersama..Allah yusahhil-semoga Allah mempermudahkan segala urusan adik - adik dan ahlan ila ardur khinanah...Taqabbalallahi minna waminkum taqabbal ya kareem..Gud Luck to all of you!!

p/s:klu ade sebarang persoalan boleh post kat wall facebook akak.Insyallah akak akan cuba membantu setakat yg boleh..klu ade sebarang komen atau pertanyaan boleh komen di bawah..Selamat berpacking!!

https://www.facebook.com/profile.php?id=100000588200426

Wednesday, August 3, 2011

8,20 atau 36??

Assalamualaikum wtb..


سلامت ميامبوت رمضان ال مبارك..سمو ك سنتياس ددالم رحمة الله..ا





Terlebih dahulu rasanya belum terlambat lagi untuk mengucapkan Salam Ramadhan buat semua sahabat ikhwah dan akhwat Gen X..Semoga Ramadhan ini bukanlah Ramadhan terakhir buat kita semua dan semoga ianya juga menjadi sebuah Ramadhan yang terbaik untuk kita semua..Insyallah.


Terlebih dahulu, ampun dan maaf seandainya entri saya pada kali ini tidaklah segempak entri Zainol Izzudin,mahupun sehebat post Khair Ali ataupun seasyik post Insyirah Johari.Entri kali ini sekadar cebisan untuk mengisi kekosongan blog Gen X. Hanya ini sahaja yang mampu saya coretkan untuk perkongsian bersama.

8 atau 20 ke 36 ??..

Apa sebenarnya yang dimaksudkan 8 atau 20..barangkali mungkin ada sahabat kita di sini sudah dapat mengagak isu yang saya akan kongsikan kali ini. Apabila masuk bulan Ramadhan, kita takkan pernah lari dari angka 8 dan 20. Lebih - lebih lagi, bagi sesiapa yang membiasakan diri mereka bersolat tarawih. Solat tarawih..satu- satunya solat sunat yang takkan dapat dijumpai di bulan lain melainkan pada bulan yang penuh berkat ini..betul tak?

Dan semestinya sahabat tertanya- tanya mengapakan isu berkaitan Solat Tarawih menjadi pilihan hati untuk mengisi slot post Ramadhan kali ini.Hah ini kerana, tiba - tiba saya teringat kisah bersolat tarawih di sebuah surau yang berdekatan dengan kawasan tempat tinggal saya.








Untuk pengetahuan sahabat semua,surau tempat saya menunaikan solat tarawih ini, kebiasaannya melaksanakan solat ini sebanyak 8 rakaat sahaja pada setiap tahun. Alhamdulillah selama 5 tahun tinggal di kawasan ini, belum pernah lagi 'miss' solat tarawih di surau ini. Bukan kerana imam dan makmumnya melaksanakan solat tarawih hanya 8 rakaat ,saya tidak berganjak untuk pergi mencari masjid- masjid yang lain yang melaksanakan solat tarawih sebanyak 20 rakaat, tetapi mungkin dari kecil sudah diajar bersolat di surau ini. Mungkin sudah sebati.

Alhamdulillah pada tahun ini, saya masih berpeluang untuk menunaikan solat tarawih di surau ini lagi.Akan tetapi, kelainannya solat tarawih pada tahun ini berbanding tahun- tahun sebelumnya, tahun ini AJK surau bersepakat untuk melaksanakan solat tarawih sebanyak 20 rakaat termasuk 3 rakaat solat sunat witir. Alhamdulillah saya sangat bersyukur kerana mungkin ini peluangnya untuk saya dan jemaah lain mengutip pahala lebih.. Agaknya mungkin ada yang berkobar- kobar tak nak tinggalkan solat tarawih pada tahun ini.

Akan tetapi saya sangka hujan sampai ke petang, rupa - rupanya tengah hari hujan dah pun berhenti. Sangkaan saya jemaah di sini akan menyambut baik perubahan baru yang cuba dilakukan oleh AJK surau, tetapi agak sedih kerana yang bersungguh- sungguh untuk meneruskan solat tarawih 20 rakaat ini hanya boleh dibilang dengan jari sahaja. Pada awal rakaat penuh satu surau sampai banjir ke luar, tetapi apabila sampai sahaja rakaat ke-8, setelah selesai imam mengaminkan doa, berduyun - duyun pecut pulang ke rumah. Macam - macam alasan yang diberikan, ada yang nak sambung solat witir kat rumah, ada yang nak pulang cepat kerana pinggan dalam singki tak habis basuh lagi, ada yang dah berusia tak sanggup nak teruskan sampai 20 rakaat sebabnya sakit lutut,tak larat dan macam - macam lagi.




Hah jangan terkejut, dek kerana sikap jemaah- jemaah yang agak tidak menyambut baik untuk terus melaksanakan 20 rakaat ini, malam semalam, usai solat Isya' berjemaah, AJK surau membuat pengumumnan bahawa mulai esok hari, jemaah surau tak perlu lagi bimbang untuk pulang lewat kerana melaksanakan solat melebihi 8 rakaat kerana AJK surau telah bersepakat untuk kembali melaksanakan solat sunat Tarawih hanya 8 rakaat seperti sedia kala..Huhu..agak geli hati apabila teringat kembali kisah ini.Apapun alasan mereka terpulanglah.Iyalah bukannya berdosa kalau tak sempat nak habiskan 20 rakaat kerana solat Tarawih ini pun solat sunat sahaja.

Itu baru kisah di surau yang saya kunjungi belum lagi di masjid- masjid di tempat lain.Hah ada yang saya sempat baca mengenai satu entry tentang solat tarawih. Begini bunyinya.

Dijelaskan bahawa arahan jabatan agama (ini maklumat tahun lepas.. tahun ni punya tak sempat nak semak.. rasanya sama je) kepada semua masjid di Wilayah Persekutuan termasuk Putrajaya dan Labuan adalah solat tarawih sebanyak 20 rakaat.

Perbahasan berkenaan solat tarawih ini sangat mendalam.. masing- masing sedaya upaya mempertahankan bilangan rakaat yg mana lebih sunnah..macam kisah saya. AJK surau mempertahankan untuk melaksanakan 20 rakaat, sedangkan jemaah lain tak larat nak buat banyak- banyak kerana kebanyakkan jemaah di surau itu sudah pun berusia.

Bagi yg beramal dengan 8 rakaat, akan menggunakan hadis Nabi s.a.w. solat tarawih sebanyak 8 rakaat 3 hari berturut2.. lepas tu, Nabi solat di rumah sebab sahabat- sahabat dah ramai yg ikut di belakang Nabi.. Nabi s.a.w. khuatir ianya diwajibkan ke atas umat Baginda..
Dipangkah pula oleh golongan yg mempertahankan bilangan 20 rakaat.. dengan mengatakan bahawa yg buat 8 rakaat tu sebenarnya sunnah orang malas..




Lalu didatangkan dalil kisah Saidina Umar r.anhu mengumpulkan para sahabat solat tarawih sebanyak 20 rakaat.. dan tiada seorang sahabat pun yg membantah (di sini telah berlaku ijmak di kalangan sahabat).. malah 4 mazhab yg utama juga menyatakan bahawa 20 rakaat itu adalah sunnah.. walaupun Nabi s.a.w. tidak kelihatan melakukan sebanyak itu, namun bila dilakukan oleh Khulafa’ ar-Rasyidin (khalifah yg 4), maka ianya juga sunnah (berdasarkan hadis suruhan berpegang kepada sunnah Nabi s.a.w. dan sunnah (jalan / cara) Khulafa’ ar-Rasyidin al-Mahdiyyin)..

Maka bertengkar la kumpulan 8 dan kumpulan 20 ni.. sehingga mengakibatkan perpecahan sampaikan ada jemaah yg memulaukan masjid yg melakukan solat tarawih 20 rakaat.. masing- masing berkeras dengan pendapat mereka..


Sebenarnya, kalau kita kembali kepada asal.. solat tarawih itu hukumnya sunat.. sedangkan perpecahan, pertengkaran dan permusuhan itu hukumnya haram.. adakah layak bertanding di antara kedua hukum itu? kalau solat tarawih tu hukumnya wajib, maka berbaloi-baloi la kalau nak berbahas dan berhujah sedalamnya..





Sedangkan, tiada siapa pulak yang nak up kan satu lagi sunnah iaitu tarawih 36 rakaat (spt yg dilakukan oleh penduduk Madinah di zaman para sahabat).. Agaknya sebab terlalu banyak kot? Baik geng 20, mahupun geng 8 tiada pulak nak sangkal apa-apa pasal tarawih 36 rakaat tu.. Kalau geng 20 kata mereka buat 20 rakaat sebab rajin, dan merendahkan golongan yg buat 8 rakaat sebagai pemalas, kenapa tak tambah lagi rajin sampai ke tahap 36 rakaat?
Sebab itu la, dalam hal ibadah ini tambahan ibadah sunat, kita kena paksa dan berkeras dengan diri kita sendiri.. tetapi kita bertolak ansur dan memberikan keluasan kepada orang lain.. Nak buat 20, buat la.. itu pun sunnah.. nak buat 8 pun sunnah juga.. nak buat 36 pun sunnah juga..

Semuanya bergantung kepada niat dan usaha masing - masing. Mungkin yang berpendapat buat 20 rakaat, pahalanya lebih. Mungkin yang melaksanakan 8 rakaat sahaja pahalanya ciput cukup- cukup makan sahaja. Terpulanglah kepada diri masing - masing bagaimana nak menilai. Yang penting niat kita ikhlas melakukan ibadah ini hanya untuk mencapai keredhaan Allah. Apa salahnya melakukan yang lebih mungkin belum tentu yang sedikit itu cukup sempurna semuanya dan diterima Allah kan?

Wahhuaalam

Sunday, July 24, 2011

Jihad Cinta Damia

“Apa salah Mia, mama? Mia tutup aurat, Mia solat..tiap-tiap hari Mia doakan kesejahteraan keluarga kita ma, tapi kenapa Tuhan balas Mia begini??!” Damia berada erat dalam dakapan ibunya, Faridah.

Sejak anaknya menjadi mangsa kerakusan lelaki tidak berhati perut, sejak itulah hidup anaknya seakan gelap. Tiada lagi senyum dan tawa yang menghiasi satu-satunya anak perempuan kesayangannya. Tercabar jua naluri keibuannya. Entah apa lagi yang harus dilakukan untuk mengembalikan semangat puteri kesayangannya. Pujukan dengan kata-kata seakan lemah buat Damia. Hanya doa yang mampu Faridah titipkan agar Damia kembali positif dalam hidupnya.

’Andai ibu diberi pilihan, biarlah ibu yang menanggung deritamu, Mia,’ bisik hati kecilnya.

Damia bukan lagi seperti dulu. Perwatakannya jauh berbeza dari sebelumnya. Kalau dulu pada awal subuh dan selepas maghrib akan terdengar alunan bacaan Al-Quran yang merdu menghiasi kamarnya. Namun kali ini cuma esakan yang menjadi ganti suasana itu. Ah,rindunya pada Damia yang dulu! Terkadang hampir sahaja keluar sumpah serana dari bibirnya untuk lelaki tak bertamadun itu. Kalau ikutkan hati, biarlah lelaki itu mati ditangannya!

“Mama tak tahu lagi nak buat apa..mak tak sanggup tengok adik kamu terus menangis macam ni. Sekarang dah hampir tiga bulan Johan. Tiga bulan! Tengoklah apa lelaki keparat tu dah buat dengan adik kamu! Makan pun payah, solat pun dia dah abaikan, asyik menangis..menangis…menangis. Jumpa doktor psikologi pun tak ada sembuhnya!” perasaannya berbaur marah dan kecewa.

Ujian apakah yang menimpa keluarganya? Cukuplah dia melalui zaman perit bersama bekas suaminya dulu, cukuplah hanya dia yang menanggung derita dan kecewanya terhadap seorang lelaki. Kenapa ‘lelaki’ juga yang memusnahkan hidup anaknya, Damia?!

“Ma, Jo tahu apa yang menimpa Damia memang teruk dan tak pernah terfikir pun ia akan berlaku. Tapi Jo yakin setiap kejadian ada hikmahnya, ma. Mama pernah ajar Jo kan, kita tak boleh putus asa dalam hidup ni sedangkan Allah masih tidak pernah putus menghulurkan pemberian-Nya. Allah masih memberi kita waktu untuk bernafas di udara-Nya, memberi waktu untuk mengingati-Nya, memohon pada-Nya. Mama juga pernah kata,tiap perbuatan ada balasannya. Selagi kita berhambakan Allah untuk hidup, dan bukan berhambakan hidup untuk Allah, kita pasti akan menemui kebahagiaan. Entah dunia atau akhirat…” Matang bicara Johan.

Jatuh jua air mata Faridah, bersyukur memiliki anak seperti Johan. Saat dia hampir rebah, dia punya anak yang memapah. Wajarkah dia berputus asa pada rahmat-Nya?

“Alhamdulillah…terima kasih sedarkan mama, Jo. Kita sama-sama berdoa, semoga adik kamu tabah dan mendapat hidayah-Nya.” Johan tersenyum sambil memegang erat tangan ibunya.

Jam hampir menunjukkan jam 8.20 malam. Bising. Satu-persatu buku dari rak yang tersusun kemas dibiarkan berselerak diatas lantai. Apa sahaja objek dihadapan mata Mia seakan tidak kena pada tempatnya. Pasu bunga yang dibiarkan jatuh dan pecah dihadapannya seakan menghiburkan hati. Lantas jari-jemarinya bermain dengan serpihan kaca yang berterabur di sekitar permukaan lantai. Tiada perkataan ‘luka’ yang wujud pada deria rasa saat Mia menyentuh serpihan-serpihan kaca oleh jemarinya. Baginya tidak ada gunanya lagi dia menghargai jasad yang sudah menjadi mangsa nafsu hamba dunia. Kotor! Jijik!

“Astaghfirullah..Mia!” Faridah berlari mendapatkan Mia. Johan pantas menarik tangan adiknya yang sudah dibasahi darah kerana luka dari serpihan kaca yang disentuhnya.

“Mia! Kau sedar tak apa yang kau buat ni?!!”

“Johan, janganlah marah adik kamu..dia masih tak stabil,” ujar Faridah sambil berusaha menghentikan pendarahan dari kedua tapak tangan anaknya.

“Mia dah melampau ma! Kita berusaha untuk kembalikan semangatnya..kita berdoa untuk dia tapi dia pula berusaha membunuh diri! Apa yang kau nak Mia? Kau nak biarkan lelaki tu rampas kesucian hati kau pula? Jangan pernah salahkan takdir Mia..Jangan pernah kesalkan hidup. Kau tak sedar ke berapa ramai lagi mangsa rogol diluar sana yang tak berpeluang meneruskan hidup macam kau? Jangan biarkan kebodohan lelaki tu pun buat kau bodoh!” Damia terdiam walau air matanya terus membasahi pipi gebunya.

Faridah hanya mampu diam, membiarkan Johan meneruskan kata-katanya dengan harapan dapat menyedarkan Damia.

“Berapa ramai lagi yang diuji diluar sana, sampai cacat pendengaran, buta pandangan tapi masih ada keinginan meneruskan hidup! Masih menghargai nyawa yang dianugerahi Allah. Abang tak kata dugaan kau tak sehebat mereka, tapi abang nak kau sedar Mia, betapa hebat pun ujian dan dugaan yang kita terima semuanya berpaksikan kembali pada Allah. Mengingati Allah.” Johan tunduk menyelindungkan wajahnya yang dibasahi airmata.

Bukan niatnya untuk memburukkan Damia, tidak terdetik sedikitpun niat untuk melemparkan semua kesilapan di bahu Damia. Hati kecilnya turut tercalar dengan peristiwa yang menimpa adiknya. Perasaan bersalah menyelubungi dirinya yang mengakui tidak menjaga Damia sebaiknya. Andai sahaja dia tahu akan berlaku sesuatu, pasti Johan sanggup membatalkan niatnya untuk pergi mesyuarat. Aku tak patut biarkan Damia balik bersendirian!

“Maafkan Mia..mama, abang Johan..”

“Mia tak pernah salah dengan mama, sayang.” Faridah menyeka airmata Damia.

“Mia..jasad ni milik Allah. Apa yang berlaku semua ada hikmah. Abang minta maaf tak lindungi Mia sebaiknya..”

Keluarga mereka bersatu dalam pelukan, bersatu dalam tangisan. Berdoa semoga ada sinar harapan yang cerah untuk mereka, semoga titik-titik luka tidak akan memutuskan ikatan silaturrahim yang sekian lama terbina. Semoga harapan itulah yang menghidupkan kembali keyakinan pada Mia. Semoga ada kesabaran yang subur pada jiwa Damia.



"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al-Baqarah : 155)

************

10 Ramadhan..

Setahun berlalu. Hari ini Mia akanberdepan dengan peperiksaan akhir sem. Awal subuh tadi dia terdengar Mia membaca al-Mathurat sebagai permulaan hari yang baik untuk Mia menghadapi peperiksaannya. Hatinya semakin tenang saat melihat senyuman yang sentiasa terukir di wajah Damia.

“Mama doakan Mia dapat jawab yang terbaik nanti. Jangan lupa, sebelum jawab soalan…”

“Hadiahkan Al-fatihah buat diri sendiri, pemeriksa dan saudara kita..serta selawat untuk nabi,” pintas Mia menyambung pesanan ibunya yang meresap diruang fikirannya.

“Pandai pun anak mama ni. Johan pun hati-hati memandu tu..jangan nak cepat sampai je.”

“Baik ma..InsyaAllah..” jawab Johan perlahan.

"Beruntung Mia dapat jawab exam dalam bulan ramadhan ni. InsyaAllah dapat keberkatan, sambil berjihad dengan nafsu, berjihad pula dengan ilmu.” Tambah mama terus memberikan semangat buat Damia.

“InsyaAllah, betul tu Mia..untung Mia tau. Asalkan niat betul, Allah pasti memelihara,” sambung Johan sambil bersalam dengan ibunya dan diikuti Mia.



“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gementarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (kerananya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (Al-Anfaal : 2)

**********

'Banyak lagi persoalan yang belum terjawab. Masih ada masa untuk Haris memikirkan kembali keputusannya. Aku keliru. Benarkah dia benar-benar cintakan aku? Kenapa dia tidak mempersoalkan sedikitpun tentang kisah lalu aku? Maisarah menemaniku menemui Haris. Abang Johan dan mama pun tidak tahu pertemuan yang ku rancang dua hari sebelum tarikh pernikahan. Sepanjang menunggu kedatangan Haris, hati yang menanti penuh debaran diisi zikrullah. Semoga Allah memberi kekuatan dan ketenangan buatku. Maisarah tidak putus-putus memberikan nasihat agar aku mengawal emosi bertemu dengan lelaki yang belum lagi mempunyai ikatan sah denganku. Malah,ini adalah kali pertama aku akan bertemu dengan seorang lelaki yang membicarakan soal perasaan, soal diri masing-masing.'

“Haris dah datang.” Bisikan Maisarah seperti menusuk ke ruang hati.

“Assalamualaikum..” sapa Haris dan terus duduk berhadapan Damia. Mereka tidak tahu, Haris juga pertama kali duduk semeja dengan perempuan yang pertama menyentuh naluri lelakinya, Damia. Malah tidak terfikir pun, gadis muda berusia 21 tahun dihadapannya akan menjadi permaisuri hatinya, dunia akhirat. InsyaAllah..

“Waalaikumussalam..” jawab Damia dan Maisarah serentak. Setelah itu, diam merajai suasana tatkala masing-masing menunggu pihak mana yang akan bersuara. Damia tunggu Haris. Haris pula menunggu Damia. Maisarah? Akhirnya Maisarah juga yang memulakan perbualan setelah minuman yang dipesan telah tiba.

“Awak..awak masih ada masa nak ubah fikiran, Ris,” ujar Maisarah.

‘Thanks Mai! Tapi bukan aku ke sepatutnya cakap dialog tu?’ getus hati kecil Damia.

“Nak ubah fikiran? Kenapa Damia? Awak tak setuju ke?” soal Haris, bingung sambil merenung Damia, mengharapkan jawapan.

“Bukan tak setuju..tapi,tapi..saya tak seperti perempuan lain. Awak kena faham tu”

“Ya. Saya faham Mia, awak tak sama dengan perempuan di luar sana. Awak gadis tabah yang tetap teguh di jalan Allah walaupun Dia sentiasa menguji awak.”

“Tapi..”

“Damia, dengar sini. Bukan kecantikan jasad awak yang membangkitkan rasa cinta saya pada awak, kerana bagi saya semua wanita ciptaan Allah dicipta dengan kecantikan tersendiri. Tapi kecantikan hati dan keperibadian awak yang mengagumkan saya. Kerana tak semua wanita mampu bangun dan terus berpegang teguh pada takdir-Nya setelah rebah dengan dugaan atau musibah. Saya cintakan awak bukan untuk dunia je, tapi akhirat. Serahkan laluan cinta pada Allah, bukan saya semata..InsyaAllah. Awak akan lebih tenang..”

Terdiam. Bibir seakan terkunci rapat untuk bersuara. Lidah seakan kelu untuk berbicara. Hanya satu yang ku tekadkan dalam hati. Aku redha atas ketentuan-Nya. Hanya dia yang tahu apa yang terbaik.

**********
Skrin komputer riba ditatap lama. Puisi itu benar-benar menyentuh jiwanya. Blog ‘An-Nisaa’ yang menjadi tatapan Haris kini menarik perhatian. Penuh dengan puisi keagamaan. Siapakah yang diilhami Allah SWT untuk menulis puisi yang begitu indah pada iman. Semoga setiap pembacanya mendapat manfaat dan menghayati tiap bait-bait ayat yang begitu menggegarkan jiwa khalifah. Walau siapa pun penulisnya, semoga Allah merahmatinya.

CINTA..
Andai saja kau bisa merasa getaran HATIku,
Kau akan tahu betapa aku sangat meRINDUimu..
Andai saja kau bisa menadah AIR MATAku,
Kau akan tahu betapa aku takut keHILANGanmu..
Andai saja kau JAUH dari diriku,
Kau akan lihat betapa KOSONGnya hidupku..
Andai saja kau HILANG dariku..
Berjuta nyawa pun tak mampu menghidupkan JIWAku!

Cinta..
Jatuhnya aku pada kekuatan cinta tanpa melihatmu..
Butanya aku pada dugaan yang menguji kasihku..
Biar nyawa jadi taruhan asalkan cinta ini dipertahankan..
Biar harta dan jasad terkorban..
Kerana cinta ini yang ku damba!

Cinta..
Menyebut namamu takkan pernah jemu..
Mengingatimu takkan pernah lupa..
Memujimu takkan pernah rapuh..
Janjimu sentiasa teguh..
Cinta sehidup dan selepas mati..
Cinta yang sentiasa bahagia walau derita..
Aku menyintai sesuatu kerana cinta itu!
Aku hidup kerana cinta itu!
AKu mati kerana cinta itu!

Cukup bagiku cintamu..
Itulah pelindung yang memeliharaku..
Itulah ketenangan yang mententeramkan aku..
Itulah kebahagiaan yang menyinariku..

Engkau yang selalu ada..
Engkau yang sentiasa bersama..
Saat suka dan duka..
Aku cinta padamu..
Aku cinta pada takdirmu..
Aku cinta pada jalanmu..

Atas nama cinta..
"Aku naik saksi tiada Tuhan selain Allah,dan Nabi Muhammad itu pesuruh Allah.."
Atas nafas cinta...
Subhanallah..
Alhamdulillah..
Allahu Akhbar..
Jihad cinta buatMu ya Rabb...
Pelihara nadiku untuk sentiasa mengingatiMu..
Pelihara hatiku untuk sentiasa beriman padaMu..

Puisi ‘Aku jatuh cinta’ dibacanya berulangkali. Sesekali airmata yang jatuh disekanya segera. Bibirnya meniti istighfar. Puisi itu seakan merasuk kamar emosinya. Menerjah diruang fikirannya. Lantas jasadnya bangun menyucikan diri dengan wudhu. Tenang. Jiwanya dibalut ketenangan usai sahaja solat tahajudnya tengah malam itu. Subhanallah..Alhamdulillah..Allahu Akhbar..zikir berlagu pada bibir, jiwa dan meresap di hati.

**************

“Terima kasih kak Mia, selama ni akak dah banyak bagi dorongan dan nasihat pada Alia, kalau tak..entahlah apa yang akan jadi.”

Wajah Alia ditatap lama. Bukan kerana simpati yang membakar semangatnya untuk membantu Alia, tetapi gadis belasan tahun yang baru memasuki pusat perlindungan Anisa itu benar-benar menyentuh naluri wanitanya. Alia menjadi mangsa rogol manusia tak berperikemanusiaan. Kejam. Satu-satunya ayat yang layak menggambarkan derita gadis ini. Mujur Allah memberi rahmat dan petunjuk pada hambanya yang lemah. Biar jasad ditindas, tapi iman sedikitpun tidak akan tercalar.

“Syukur pada ALLAH SWT, hanya dia yang memberi sinar pada jiwa kita. Kakak cuma jalankan tanggungjawab sebagai seorang muslim, Lia.”

“Semalam cikgu Haris beri ceramah sekejap je, tapi kali ini lebih banyak mendengar dan menghayati..tak seperti selalu.”

“Kenapa, dia cakap tentang apa?”

“Kebanyakan penghuni yang ada disini lemas kerana cinta nafsu, ditindas kerana cinta dunia..Tapi semalam, bila cikgu Haris berikan puisi ni..kita sebagai wanita semua hanya terdiam. Dalam diam, semuanya ingin berubah dan bersihkan niat dalam hati, kak.” Sayu ucapan Alia sambil tangan kanannya lantas menghulur kertas putih yang berada digenggamannya tadi.

Mata membaca setiap bait ayat, menerjah ruang minda dan mencari sudut jiwa. Lantas bibir menguntum senyuman.

“Kenapa akak senyum semacam je, akak pernah baca puisi ni ke?” Alia bingung.

“Puisi ni sangat dekat dengan akak, Lia..sentiasa rapat dihati akak..”

“Puisi ni diambil dari…”

“Blog An-Nisa.” Sambung Damia.

Tepat sangkaannya, getus Alia. “Kakak penulis puisi yang selama ni cikgu Haris beri pada kami?” soal Alia terus.

Namun Damia hanya memberikan senyuman sebagai jawapan. Menyembunyikan sedikit emosinya yang masih terkejut kerana suaminya menggunakan nukilan puisi dalam blognya sebagai bahan kaunseling. Tidak menyangka Haris turut menyelami curahan jiwanya dan menyampaikannya dalam corak bimbingan kaunseling.

“Cikgu Haris tak tahulah selama ni yang tulis puisi kegemarannya ialah isterinya sendiri.” Usik Alia.

“Akak pun tak sangka suami akak boleh terjah blog akak. Sebelum ni memang ada yang minta izin copy semua karya akak melalui emel, tapi akak tak tahu yang minta izin tu suami akak sendiri,” ujarnya sedikit tergelak. Subhanallah..

Kertas yang dicetak dari laman blognya ditatap bersama Alia.


Pilihanku..
Bukannya pada paras rupa yang menawan hati..
Kerana cintaku bukan pada pandangan semata..
Takut jika diwarnai kegelapan..
Kita buta hilang arah..

Pilihanku..
Bukannya pada manis tutur kata bermadah..
Kerana cintaku bukan pada janji yang bermaharajalela..
Andainya suara dikaburi fitnah,
Kita rebah tiada bermaya..

Pilihanku..
Bukan pada banyaknya harta dunia,
Kerana cintaku bukannya ternilai dengan harga..
Bimbang kemewahan membawa leka..
Menghilangkan cinta kita padaNya..
Lalu dimanakah bahagia?


Pilihanku itu..
seorang yang buta..
Buta menilai paras rupa..
Sesungguhnya syahadahnya menggegar seluruh jiwaku..
Keikhlasannya melakar cinta yang diredha..
Tongkatnya pada akidah yang menyinari laluan bahagia

Pilihanku itu...
Seorang yang bisu..
Bisu mengungkapkan janji yang tiada pasti..
Kerana harapan disandarkan pada Illahi..
Pendiriannya menusuk nurani hawa..
Bait-bait kesyukurannya lahir pada sujud seorang hamba

Pilihanku itu..
Seorang yang papa dan hina...
Papa dengan takbur yang mengubur
Hina kerana sederhana..
Iman memujuk jiwanya..
Cintanya pada agama mengikat tali ukhwah..
Lalu disimpul teguh pada tiang pernikahan..

Pilihan kami..
Pada agama yang memelihara
Pada Syahadah yang mengiringi
Pada Alquran yang membimbing..

Biar..
Cinta kami pada maha Menyintai..
Kerana janjiNya yang pasti
Cinta kami pada kekasih Illahi
kerana memimpin ke jalan bahagia yang hakiki
Kasih isteri pada cinta yang diberi..
Biarlah sampai ke akhirat nanti...
kerana yang sebenarnya ku mahukan padanya..
Bukan cuma kekasih duniawi..
Tapi teman menuju syurgawi..

'Ramai yang mencari cinta tetapi tertipu olehnya,
Ramai yang kecewa kerana cinta dan putus asa pada rahmat-Nya,
Ramai yang membenci cinta dan membenci nyawanya.'


"Cinta yang dicari tanpa melalui Pencipta adalah cinta yang tiada batasnya. Cinta tanpa batasan hanya cinta sekadar hiburan. Hiburan yang bukan hanya melalaikan jiwa, menggelapkan hati malah buta pada Pencipta. Apabila musibah melanda, mula salahkan Tuhan kerana tidak menyedarkan daripada leka. Hati kita yang lemah, sentiasa digodai nafsu, sebab itu kita kena berpegang pada sandaran yang kukuh, Allah SWT. Adanya iman..apapun cabaran kita tetap mara ke hadapan. InsyaAllah.” Panjang bicara Damia.

Hilang kata-kata dari Alia, mereka berdakapan. Terusik dengan kata-kata Damia. Kenapalah sebelum ini aku tidak menghargai nyawa, terlalu awal untuk menyerah dengan kehidupan? Sedangkan Allah tidak putus-putus memberi kesempatan. Air mata mengalir dipipi gebu Alia. Hatinya terlalu akrab dengan Damia.

“Kenapa akak memahami Lia? Adik dan ibu Alia sendiri tak dapat nak faham Lia..situasi Lia. Akak pun…pernah lalui masa derita macam Lia juga ke?”

Damia tersenyum, biarlah Alia mentafsirkan sendiri makna senyumannya kali ini. Alia memandang Damia dengan pandangan berkaca dan bibirnya turut menguntum senyuman walau soalannya tidak terjawab dengan lisan.

“Bukanlah masa ‘derita’ Lia..tetapi masa yang terlalu berharga. Airmata yang menangis buat Pencipta, melihat putaran kehidupan dengan mencari hikmah yang tersembunyi dari Allah, rindu untuk terus sujud mengharapkan bantuan dan menyandarkan harapan pada-Nya. Istilah ‘derita’ itu patut digantikan dengan ‘tarbiyah’..Kita belajar dan diajar melalui kehidupan, Alia. Jadi, jangan anggap ini masa derita buat Alia, belum tentu orang yang bahagia ikhlas mengingati Allah. Saat yang dianggap derita itulah kita sentiasa bertemankan doa.”

“Ya..Alhamdulillah, terima kasih kak. Kakak terlalu banyak sedarkan Alia. Alia jahil dengan dunia kak.”

“Alhamdulillah..semuanya dari Allah..” Damia tersentak.

Sejak bila suaminya berada dihadapan mereka? Tabir yang memisahkan jemaah lelaki dan wanita yang terselak ditiup angin menampakkan jasad Haris yang benar-benar berada dihadapan. Dengarkah dia semua bicaranya pada Alia?

Selesai berjemaah solat Asar, Haris terus mendekati isterinya. Tapi kali ini lain panggilan yang keluar dari mulutnya.

“Nampaknya hari ni biar abang yang masak untuk makan malam, khas buat isteri yang tersayang, An-Nisa” Senyuman Haris memerangkap emosinya. Tapi…

“Abang sebut Nisa tu, nama madu buat Mia ke?” Damia sengaja mengusik.

“Amboi, tak payah nak sorok lagi..lepas ni abang nak bukukan karya tulisan isteri abang. Tak payahlah nak hantar emel nak minta izin kan?” Sah, Haris dengar tadi! Siap menyindir pula.

“Yelah abang, maaflah sebab berahsia dengan abang.”

“Takdelah..Alhamdulillah, abang beruntung berjumpa dengan penulis puisi kegemaran abang yang selama ni dekat dengan abang, dan dapat tahu rahsia sayang pun kat tempat kegemaran abang, kat surau rumah Anisa. Kenapalah abang tak boleh agak selama ni? Rupanya nama yang sayang beri untuk rumah perlindungan ni pun sama dengan nama blog sayang kan?”

Rumah perlindungan untuk wanita yang tertindas diberi nama Anisa, walaupun masih baru tetapi berjaya memberi sinar baru buat penghuni-penghuninya. Alhamdulillah,itulah harapan mereka. Itulah Jihad cinta Damia.

“Eh, kata nak masak untuk isteri tersayang, jomlah balik rumah cepat, nanti traffic jammed lambat pula.”

“Sebelum tu…nak tahu tak rahsia abang tak?”

“Apa?” ucap Damia tidak sabar.

“Puisi ‘Aku jatuh cinta’ tu lah yang buat abang terus menyintai sayang kerana Allah..” bisik Haris. Bisikan yang membawa manik-manik ketenangan apalagi saat Haris menyebut nama Allah. Lantas zikrullah menghiasi kamar hatinya sambil menatap wajah suami tercintanya Haris.

Jihad cinta buat-Mu ya Rabb. Pelihara nadiku untuk sentiasa mengingati-Mu. Pelihara hatiku untuk sentiasa beriman pada-Mu.